Probolinggo,- Nahas menimpa Kepala Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Moh. Tarsan. Saat ia bersama istri dan anaknya sedang menjenguk warga sakit, Sabtu (18/7/26) malam, rumahnya justru dilalap si jago merah.
Musibah kebakaran yang menimpa rumah Moh. Tarsan yang berada di Dusun Krajan, RT 002/RW 001, Desa Tambak Ukir itu, diduga terjadi akibat konsleting arus pendek listrik.
Camat Kotaanyar, Hari Pribadi menuturkan, api pertama kali muncul sekitar pukul 18.30 WIB, tidak lama setelah Moh. Tarsan bersama istri dan anaknya meninggalkan rumah sekitar pukul 18.00 WIB untuk menjenguk warga yang sedang sakit.
“Dugaan sementara, korsleting listrik berasal dari stop kontak di ruang kerja kepala desa. Percikan api kemudian menyambar berkas dan tumpukan kertas di ruangan tersebut hingga api dengan cepat membesar,” ujar Hari saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, kobaran api semakin sulit dikendalikan karena sebagian konstruksi rumah menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Dalam waktu singkat, api merambat ke berbagai bagian bangunan hingga menghanguskan rumah beserta sejumlah dokumen penting milik Pemerintah Desa Tambak Ukir.
Proses pemadaman juga menghadapi kendala. Akses jalan menuju lokasi yang sempit dan terjal membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat mencapai titik kebakaran.
Kondisi tersebut menyebabkan upaya pemadaman pada tahap awal sepenuhnya mengandalkan bantuan warga sekitar dengan peralatan manual dan seadanya.
“Karena kendaraan pemadam tidak bisa masuk ke lokasi, warga bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas,” ucap Hari.
Ia menambahkan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.15 WIB. Unsur pemerintah kecamatan bersama aparat kepolisian dan TNI segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan, pendataan, serta membantu proses pengamanan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah dalam keadaan kosong saat api mulai berkobar. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Kerugian meliputi bangunan rumah beserta sejumlah arsip administrasi Desa Tambak Ukir yang ikut terbakar.
“Penyebab sementara kebakaran masih diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkas Hari. (*)












