Lumajang,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengubah skema penawaran investasi Pemandian Alam Selokambang setelah lelang pengelolaan objek wisata milik daerah itu gagal menarik minat investor.

Pada lelang pertama, Pemkab Lumajang menawarkan kerja sama pengelolaan Selokambang selama 10 tahun dengan nilai investasi Rp 9,8 miliar.

Skema tersebut setara dengan beban investasi sekitar Rp 980 juta per tahun bagi investor.

Namun hingga batas akhir lelang, tidak ada peserta yang melanjutkan proses penawaran. Meski tercatat dua pendaftar mengikuti lelang terbuka tersebut, keduanya tidak menyerahkan dokumen persyaratan.

Kondisi itu mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mengevaluasi skema yang ditawarkan.

Pemerintah daerah kini berencana memperpanjang masa pengelolaan menjadi 20 tahun dengan nilai investasi tetap Rp 9,8 miliar.

Dengan skema baru tersebut, beban investasi yang harus ditanggung investor turun menjadi sekitar Rp 490 juta per tahun atau berkurang 50 persen dibanding penawaran sebelumnya.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Galih Permadi mengatakan perpanjangan masa pengelolaan disiapkan untuk meningkatkan daya tarik investasi Selokambang.

“Mungkin bisa sampai 20 tahun pengelolaan untuk menarik minat investor,” kata Galih, Kamis (25/6/2026).

Selain memperpanjang masa kerja sama, Dinas Pariwisata juga berencana melonggarkan sejumlah persyaratan administrasi pada lelang berikutnya.

Salah satu syarat yang akan dievaluasi adalah ketentuan mengenai pengalaman pengelolaan usaha pariwisata.

Menurut Galih, calon investor nantinya tidak harus memiliki rekam jejak di sektor pariwisata untuk dapat mengikuti proses penawaran.

“Misalnya syarat harus berbadan hukum dan memiliki pengalaman dalam pengelolaan pariwisata akan kami longgarkan,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Lumajang menyiapkan alternatif apabila upaya kedua kembali tidak membuahkan hasil. Pemerintah daerah, sebut Galih, siap mengambil alih pengelolaan Selokambang secara mandiri.

“Tapi jika ternyata tetap tidak ada, pemkab siap untuk mengelola sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.