Probolinggo,– Aparat kepolisian terus mendalami insiden kebakaran mobil yang terjadi di area SPBU 54.672.09 Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang terjadi Kamis (4/6/26) pagi.

Kapolres Probolinggo, AKBP Wahyudi Latif melalui Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana menyebut, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting arus listrik dari dalam kendaraan.

Ia menjelaskan, informasi awal yang kumpulkan kepolisian, kendaraan jenis Suzuki Baleno itu telah selesai melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan hendak melanjutkan perjalanan.

“Informasi awal masyarakat, pengendara ini mengisi BBM pada kendaraannya. Pada saat mau melanjutkan perjalanan dan hendak menyeberang, dugaan sementara terjadi korsleting arus listrik karena muncul asap dari dalam mobil. Setelah itu timbul api hingga kendaraan terbakar,” ujar AKP I Made.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Seluruh fakta dan keterangan masih terus dikumpulkan guna memastikan sumber api maupun kemungkinan faktor lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Menanggapi rumor yang berkembang mengenai dugaan penimbunan, pengoplosan, maupun aktivitas penyedotan BBM subsidi di SPBU Semampir, ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi.

“Masih kita dalami karena korban juga masih menjalani perawatan (di RSUD Waluyo Jati, red). Kendaraannya juga sudah kami geser untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” sampainya.

Perwira polisi asal Bali ini menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang akan diverifikasi berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik di lapangan.

“Nanti saya kabari lagi hasilnya. Saat ini masih dalam penyelidikan,” tandas Kasatreskrim.

Seperti diketahui, mobil jenis Suzuki Baleno yang dikendarai Muhammad Yusuf (40), warga Desa Mojolegi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, terbakar di SPBU 54.672.09 Semampir, Kamis (4/6/26) pagi.

Karyawan SPBU sempat menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk menjinakkan si jago merah. Namun kobaran api tetap tak terkendali hingga akhirnya 2 unit mobil Damkar datang ke lokasi.

Posisi kebakaran yang sangat dekat dengan area tangki pengisian BBM, membuat situasi kian panik. Sebab potensi terjadinya ledakan sekunder yang lebih besar membayangi lokasi kejadian.

Namun amukan si jago merah akhirnya bisa dikendalikan. Tak berselang lama, polisi datang dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Polisi juga mengecek keberadaan pemilik kendaraan di rumah sakit. (*)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.