Lumajang,- Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jemaah haji asal Kabupaten Lumajang meninggal dunia dalam rentang dua hari saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Keduanya didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Jemaah haji yang meninggal tersebut bernama Yuwono Soewaliadi, warga Kecamatan Lumajang, meninggal dunia di Mina Al-Wadhi Hospital, Arab Saudi, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Sementara itu, jemaah haji bernama Mistari, warga Kecamatan Padang, meninggal dunia di Medical Care Alharom, Mekkah, Arab Saudi, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang Umar Hasan mengatakan, berdasarkan diagnosis dokter, kedua jemaah meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi.
“Diagnosis dokter penyebab dua jemaah haji ini meninggal dunia adalah tekanan darah tinggi,” kata Umar, Selasa (2/6/2026).
Menurut Umar, kondisi kesehatan kedua jemaah sebenarnya telah menjadi perhatian tenaga kesehatan pendamping.
Saat akan mengikuti rangkaian ibadah lempar jumrah, keduanya sempat disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi fisik yang dinilai tidak memungkinkan.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi ibadah, keduanya mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
“Saat perjalanan lempar jumrah itu pingsan, terus dievakuasi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit tidak beberapa lama kemudian dinyatakan meninggal,” ucap dia.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua jemaah dimakamkan di Mekkah Al Mukarramah. Proses pemakaman dilakukan di Arab Saudi karena jenazah tidak memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia.
“Karena tidak bisa dibawa pulang jadi langsung dimakamkan di sana,” jelasnya.
Meski terdapat dua jemaah yang meninggal dunia, Umar memastikan kondisi jemaah haji asal Lumajang lainnya dalam keadaan baik. Aktivitas ibadah para jemaah juga berlangsung normal.
Ia juga menepis kekhawatiran terkait kondisi keamanan jemaah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, hingga saat ini seluruh jemaah haji asal Lumajang tetap menjalankan ibadah dengan aman.
“Semuanya aman, normal. Termasuk pulangnya nanti transit di Oman, seperti tahun sebelumnya untuk pengisian BBM,” pungkasnya. (*)












