Lumajang,- Banjir yang menerjang Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, beberapa hari lalu, menyebabkan sedikitnya 7 hektar sawah mengalami gagal panen atau puso.
Para petani diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 10 juta untuk setiap hektar lahan yang rusak total.
Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional Jawa Timur Iskak Subagio mengatakan, total lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai sekitar 60 hektar.
Lahan tersebut terdiri atas sawah padi, tebu, dan jagung. “Nah yang kerendam 60 hektar, yang 7 hektar dipastikan puso atau rusak total,” kata Iskak, Kamis (21/5/26).
Menurutnya, sekitar 20 hektar lahan yang terendam merupakan sawah padi. Sementara sisanya berupa lahan tebu dan jagung.
Iskak menyebut kerugian yang dialami petani cukup besar karena sebagian harus mengulang masa tanam dari awal.
“Kerugiannya hingga Rp 10 juta per hektar,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang Arif Budiman mengatakan, lahan pertanian yang mengalami kerusakan parah berada di dua desa di Kecamatan Sukodono.
“Di Dawuhan 5,6 hektar, Kebonagung satu hektar, ini kategorinya rusak parah,” kata Arif.
Meski demikian, Arif mengaku pihaknya masih melakukan pemantauan untuk memastikan tingkat kerusakan tanaman yang terdampak banjir tersebut. Sebab, sebagian besar tanaman masih berada pada fase awal masa tanam.
“Puso apa tidaknya masih dimonitor. Kebetulan tanaman terdampak tanaman kecil,” jelasnya.
Sebelumnya, banjir merendam sekitar 300 rumah warga di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, pada Jumat, 15 Mei 2026. Selain permukiman, luapan air juga menggenangi area persawahan warga. (*)













