Probolinggo,– Ratusan warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar tradisi ‘Ngater Kajien’. Tradisi ini dilakukan dengan mengiringi keberangkatan puluhan jamaah calon haji (JCH) menggunakan iring-iringan perahu yang dihias meriah.
Tradisi Ngater Kajien ini merupakan tradisi tahunan. Pada tahun ini, sebanyak 32 jamaah calon haji asal Pulau Gili Ketapang berangkat ke Tanah Suci Mekkah.
Terdapat dua kali pelaksanaan tradisi Ngater Kajien pada musim haji kali ini. Hal itu karena 32 calon jemaah haji asal Gili Ketapang terbagi dalam dua kloter.
Sebanyak 22 orang masuk Kloter 2 yang berangkat, Selasa pagi (21/4/26). Sedangkan 11 orang lainnya tergabung pada Kloter 3 yang diberangkatkan berangkat pada Rabu dini hari (22/4/26).
“Ngater Kajien ini merupakan tradisi warga Gili Ketapang setiap tahun. Alhamdulillah, pada tahun ini istri dan anak saya yang berangkat haji,” kata keluarga jemaah calon haji, Syamrozi.
Selain mengantarkan jamaah calon haji, perahu jenis jonggrang yang ditumpangi membawa sekitar 50 hingga 80 orang. Perahu dihias dan dilengkapi dengan sound system sehingga meriah.
Setibanya di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, suasana haru pun pecah ketika para jemaah bersiap melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemberangkatan.
Sementara itu, warga yang mengantarkan jamaah biasanya langsung melaksanakan ziarah. Salah satunya ke makam Sunan Ampel, sebelum kembali bertemu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
“Biasanya warga yang ikut mengantarkan jamaah calon haji ini berharap berkah, yang utama berdoa semoga bisa berangkat ke Tanah Suci juga,” imbuh Syamrozi.
Salah satu warga Gili Ketapang, Siti Nuraisah (23) menyebut, tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan selalu diikuti ratusan warga setiap musim haji.
Namun, pada tahun ini tercatat sekitar 50 orang yang ikut mengantar. “Selain mencari barokah, ikut tradisi Ngater Kajien ini juga biasanya untuk ziarah ke makam,” sampainya. (*)













