Lumajang, – Kabupaten Lumajang mencatat capaian baru di sektor pariwisata. Berdasarkan data terbaru, daerah ini menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Bondowoso.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyebut, capaian tersebut sebagai indikator awal keberhasilan arah pembangunan pariwisata daerah.

“Ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata mulai berada di jalur yang terukur,” katanya, Minggu (19/4/2026).

Menurut Indah, capaian tersebut menandai perubahan struktur ekonomi daerah. Sektor pariwisata mulai bertransformasi dari sektor pendukung menjadi salah satu penggerak utama ekonomi berbasis potensi lokal.

“Pariwisata memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan layanan lokal,” jelasnya.

Untuk diketahui, Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Gunung Semeru menjadi destinasi dengan kunjungan wisman tertinggi di Jawa Timur.

Selain itu, Teras Semeru juga berkontribusi dalam memperkuat citra Lumajang sebagai tujuan wisata alam.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pantiura7.com, sepanjang triwulan I 2026 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 476.062 orang, melampaui target 450 ribu kunjungan.

Dari total tersebut, wisatawan nusantara mendominasi dengan 460.036 kunjungan, sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 16.026 kunjungan.

Distribusi kunjungan menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari tercatat 132.244 kunjungan, Februari 60.992 kunjungan, dan meningkat signifikan pada Maret menjadi 282.826 kunjungan.

Di tingkat destinasi, Pantai Watu Pecak menjadi lokasi dengan kunjungan tertinggi mencapai 103.075 wisatawan, diikuti Tumpak Selo sebanyak 95.305 kunjungan.

Sementara Pemandian Alam Selokambang dan Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 kunjungan.

Meski demikian, kontribusi wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi pada destinasi tertentu, terutama Air Terjun Tumpak Sewu yang mencatat 15.908 kunjungan internasional dari total 25.821 pengunjung.

Indah menegaskan, kondisi tersebut menjadi ruang evaluasi untuk memperluas distribusi kunjungan ke destinasi lain. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan dan pengalaman wisata.

“Ke depan, tantangannya adalah menjaga konsistensi kualitas destinasi, memperluas sebaran kunjungan, serta memastikan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.