Probolinggo,– Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (17/4/26) siang.
Menag ditemui langsung oleh pengasuh pesantren, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, didampingi oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris, serta keluarga besar pesantren.
Menag Nazaruddin Umar menyebut, kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam membangun ekosistem pendidikan Islam berbasis pengalaman dan tradisi yang telah teruji lintas generasi.
Ponpes Genggong sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia. Lebih dari dua abad bediri, pesantren ini sukses mencetak sejumlah ulama dan pemimpin umat jempolan.
Menag menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk belajar langsung dari model pengelolaan pesantren yang telah terbukti konsisten dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kami datang ke sini untuk belajar. Pengalaman lebih dari 200 tahun dalam mengelola pesantren adalah kekayaan yang sangat berharga bagi penguatan kebijakan pembinaan pesantren ke depan,” ujar Umar.
Momentum ini juga beririsan dengan kebijakan strategis nasional, menyusul disahkannya pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren oleh Presiden Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah besar dalam memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan pembinaan lembaga keagamaan.
Menurut Menag, kehadiran Direktorat Jenderal khusus ini akan memperluas ruang pengembangan pesantren, baik dari sisi kurikulum, kelembagaan, maupun kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Dengan adanya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, kita memiliki landasan yang lebih kuat. Tentu belajar dari pesantren seperti Genggong akan memperkaya konsep kebijakan yang kita bangun,” tambahnya.
Ia juga menegaskan harapannya agar Ponpes Zainul Hasan Genggong dapat terus menjadi role model bagi pesantren lain di seluruh Indonesia, mengingat reputasi, konsistensi, dan kontribusinya yang telah diakui secara luas.
“Terutama pada aspek pendidikan keagamaan atau msdin (madrasah diniyah, red),” ucap Menag Nazaruddin.
Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa pesantren yang dipimpinnya kini memasuki usia 187 tahun, sejak didirikan pada tahun 1839 silam.
“Alhamdulillah, saat ini terdapat sekitar 12.400 santri dengan 24 lembaga pendidikan formal di bawah naungan Diknas dan Kemenag,” tutur Kiai Mutawakkil.
Kehadiran Menteri Agama, dinilai Kiai Mutawakkil, dapat menjadi penyemangat bagi seluruh elemen pesantren dalam mengemban amanah pendidikan umat.
“Kehadiran beliau menjadi spirit dan motivasi bagi kami dalam mengelola pesantren,” cetus eks Ketua MUI Jawa Timur ini. (*)













