Jember,- Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk seluruh ibu hamil di Jember ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

Langkah ini diprioritaskan sebagai upaya deteksi dini guna menekan risiko kematian ibu dan bayi.

Bupati Jember Muhammad Fawait, menyebut, percepatan layanan USG menjadi bagian dari strategi jangka pendek yang langsung menyasar kelompok rentan.

Pemeriksaan ini dinilai penting untuk mengetahui kondisi kehamilan sejak awal dan mengantisipasi potensi komplikasi saat persalinan.

“Kita punya target, akhir April ini seluruh ibu hamil di Jember harus sudah di-USG. Ini untuk memastikan kesehatan ibu dan janin sejak dini,” ujarnya, Rabu (1/4/26).

Program tersebut dijalankan seiring penguatan Universal Health Coverage (UHC) agar akses layanan kesehatan semakin merata, terutama bagi masyarakat tidak mampu.

Dengan skema ini, hambatan biaya diharapkan  tidak lagi menjadi alasan keterlambatan penanganan medis.

Menurutnya, penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan layanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau.

Karena itu, UHC ditempatkan sebagai instrumen utama dalam memperbaiki indikator kesehatan.

Ia juga mengingatkan agar pembacaan data kesehatan dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.

Fluktuasi angka di awal tahun, kata dia, belum mencerminkan kondisi tahunan secara utuh.

Di sisi lain, dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas layanan menjadi faktor penting agar program berjalan efektif.

Pemerintah memastikan kesiapan tenaga medis untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan di seluruh wilayah.

Pemerintah daerah menargetkan risiko kehamilan dapat ditekan lebih awal, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.

“Program ini juga diharapkan berdampak pada penurunan stunting dalam jangka panjang,” Gus Fawait memungkasi. (*)

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.