Lumajang, – Perkembangan operasional MBG di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan peningkatan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 72 SPPG telah beroperasi.

Namun, di tengah capaian tersebut, masih terdapat sejumlah unit yang belum dapat berjalan akibat berbagai kendala.

Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono menyampaikan, berdasarkan laporan per 30 Maret 2026, dari 71 SPPG yang operasional saat itu, sebanyak 9 unit masih dalam status suspend.

“Alhamdulillah, perkembangan operasional MBG di Kabupaten Lumajang per hari ini sudah ada 72 SPPG yang operasional. Tetapi berdasarkan laporan per kemarin, tanggal 30 Maret 2026, dari 71 SPPG yang operasional ada 9 yang masih disuspend,” kata Agus, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, dari 9 SPPG tersebut, 7 unit masih menjalani proses perbaikan. Pembenahan yang dilakukan meliputi perbaikan ruangan, instalasi saluran IPAL, hingga evaluasi menu yang sebelumnya menjadi catatan saat pelaksanaan di bulan Ramadan.

“Yang 7 ini masih menjalani perbaikan-perbaikan, di antaranya pembenahan ruangan, kemudian instalasi IPAL, dan juga pembenahan menu karena kemarin selama evaluasi bulan Ramadan ada beberapa yang menjadi perhatian,” jelasnya.

Sementara itu, dua SPPG lainnya terkendala faktor non-teknis. Satu unit belum dapat beroperasi karena pendanaan dari GKN belum ditransfer, sedangkan satu lainnya belum memiliki supplier sehingga belum siap dalam proses pengadaan bahan.

“Dua SPPG, yang satu karena belum ditransfer pendanaannya oleh GKN, dan satunya lagi belum mendapatkan supplier, jadi belum siap belanja,” tambah Agus.

Terkait masa suspend, Agus menegaskan bahwa tidak ada batas waktu pasti. Kewenangan untuk mengaktifkan kembali SPPG sepenuhnya berada di tangan BGN setelah dilakukan penilaian kelayakan.

“Prinsipnya, mereka sudah berbenah kemudian melaporkan kepada BGN. Jika BGN menilai layak, maka suspend langsung dicabut,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.