Jember,- Bupati Jember Muhammad Fawait menepis isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan memicu kekhawatiran masyarakat.
Ia memastikan stok BBM di Kabupaten Jember dalam kondisi aman bahkan melimpah.
Isu tersebut sempat memicu kepanikan sebagian warga hingga terjadi pembelian BBM secara berlebihan di sejumlah SPBU.
Namun menurut pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya kelangkaan seperti yang ramai diperbincangkan.
“Kondisi BBM di Kabupaten Jember sangat aman bahkan melimpah. Masyarakat tidak perlu panik karena realitanya justru berbeda dengan kabar yang beredar,” ujar Fawait saat memipin rapat koordinasi (rakor) via zoom, Kamis (5/3/26) malam.
Ia menjelaskan, kekhawatiran masyarakat muncul seiring ketidakstabilan kondisi global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia.
Meski demikian, hingga saat ini distribusi BBM di Jember tetap berjalan normal.
Gus Fawait juga menegaskan, situasi saat ini berbeda dengan peristiwa kelangkaan BBM yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Kala itu, berkurangnya pasokan disebabkan oleh faktor cuaca serta pembangunan infrastruktur yang sempat menghambat distribusi, bukan karena faktor geopolitik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, lanjutnya, terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan energi tetap tercukupi.
Bahkan jika terjadi peningkatan kebutuhan, penambahan pasokan BBM sudah disiapkan.
“Jika memang ada peningkatan kebutuhan, Pertamina melalui koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sudah siap menambah pasokan,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Saya berharap masyarakat lebih cermat dan bijak, tidak mudah percaya dengan kabar-kabar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab terkait kondisi BBM di Jember,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memanfaatkan sisa Ramadan dengan kegiatan positif tanpa terganggu oleh isu yang belum tentu benar. (*)












