Probolinggo,- Kota Probolinggo kini resmi memiliki 2 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) baru, yakni tradisi Bibibi dan Ketan Kratok.
Kepastian tersebut didapat seusai Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menerima sertifikat WBTB dari Gubermur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Sebelum diresmikan, Kota Probolinggo mengusulkan ketan kratok dan Bi-bi-bi sebagai WBTB pada tahun 2024. Setelah dikaji tim ahli dan verifikasi lapangan, originalitas dua warisan tak benda ini diakui.
“Sertifikat dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur terhadap ketan kratok dan Bi-bi-bi. Ini memang merupakan tradisi khas Kota Probolinggo,” kata Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, Selasa (24/2/26).
Ia menegaskan, ketan kratok merupakan makanan khas dari Kota Probolinggo. Sebagai tindaklanjut pelestarian, maka Kota Probolinggo tengah mengembangkan varian yang lebih variatif dari segi porsi dan bentuknya.
Sementara, Bi-bi-bi merupakan tradisi yang dilaksanakan pada tangga 25 Ramadhan. Maknanya, sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak dengan memberi barang berharga agar mereka bahagia.
“Sesuai huruf O dalam akronim BERSOLEK yakni Original, kita sudah iku melestarikan budaya, termasuk melalui berbagai even diantaranya Batik In Motion, musik dug-dug hingga kuliner,” Wali Kota menjabarkan.
Dengan diakuinya 2 kebudayaan ini, maka total Kota Probolinggo telah memiliki 5 WBTB. Kelimanya adalah seni Jaran Bodag (2014), Kerapan Sapi Brujul (2019), Kembang Lamaran (2024) lalu Ketan Kratok dan Bi-bi-bi. (*)











