Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Lingkungan · 15 Apr 2025 02:58 WIB

Musim Penghujan di Kota Probolinggo Diprediksi Berakhir Akhir April 2025


					Ilustrasi saat musim penghujan. Perbesar

Ilustrasi saat musim penghujan.

Probolinggo,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya memprediksi akan terjadi cuaca ekstrim di Jawa Timur, seiring akan berakhirnya musim penghujan.

Sejumlah daerah pun diprediksi akan segera memasuki masa peralihan. Adapun Di Kota Probolinggo, akhir musim penghujan diperkirakan terjadi pada akhir April 2025.

Dalam prediksi BMKG Juanda, cuaca ekstrim diyakini terjadi pada tanggal 13 – 19 April 2025. Pada situasi ini, bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor, hingga puting beliung, rawan terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo mengatakan, saat ini Kota Probolinggo sudah memasuki akhir musim penghujan. Namun demikian, potensi turunnya hujan masih bisa terjadi.

“Potensi hujan masih ada dan masih bisa terjadi. Dengan akan terjadinya cuaca ekstrim, potensi bencana sama seperti daerah lain, hanya beda di tingkat kekeringan saja,” kata Sugito, Senin (14/4/25).

Ia menjelaskan, untuk musim pancaroba di Kota Probolinggo akan terjadi pada akhir April 2025. Sehingga jika melihat analisa BMKG, maka musim kemarau di Kota Probolinggo, terjadi mulai Mei – hingga Oktober 2025.

Dengan prediksi akan terjadinya cuaca ekstrim akibat pancaroba, BPBD Kota Probolinggo mengimbau agar warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran irigasi dari tumpukan sampah.

Selain itu warga diminta agar tidak membakar sampah sembarangan karena hembusan angin mencapai 10 kilometer per jam sehingga berpotensi mengakibatkan kebakaran.

“Pancaroba juga berpotensi munculnya penyakit, sehingga masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat,” Sugito memungkasi. (*)

 


Editor : Mohammad S

Publisher : Keyra


Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perkuat Jalur Gumitir, Pemasangan Beronjong di Tikungan Khokap Dikebut

27 Agustus 2025 - 03:35 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Ingatkan Hindari Kawasan Rawan Longsor dan Banjir

21 Agustus 2025 - 20:20 WIB

TRC dan Loader Dikerahkan, BPBD Lumajang Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor

20 Agustus 2025 - 14:16 WIB

Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Warga Protes Kerusakan Hutan di Kawasan Proyek Tol Probowangi

16 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Ingat! Mulai 10 Agustus 2025, Pasar Minggu Kota Probolinggo Pindah ke Jalan Suroyo

8 Agustus 2025 - 19:52 WIB

Portal Jalan Tambakrejo–Lumbang Ditata Ulang, Mobil Damkar Jadi Tolak Ukur

2 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Jalur Lumajang-Malang via Piket Nol Tertutup Longsor di Enam Titik

31 Juli 2025 - 19:36 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Imbau Penambang Waspada Banjir di Aliran Sungai Semeru

31 Juli 2025 - 16:05 WIB

Bakal Dipercantik, Alun-alun Kota Probolinggo Ditutup 5 Bulan

30 Juli 2025 - 16:31 WIB

Trending di Lingkungan