Menu

Mode Gelap
Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

Politik · 20 Jun 2024 22:36 WIB

Koar-koar Hasan Aminuddin Jelang Pilkada Probolinggo; Saya Akan Mengusung Paslon Sendiri


					Eks Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin. (foto: Istimewa). Perbesar

Eks Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin. (foto: Istimewa).

Probolinggo,- Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Probolinggo, semakin dinamis. Sejumlah partai politik (parpol) telah menentukan arah politiknya.

Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS hingga partai non-parlemen, membentuk koalisi gajah untuk mengusung Gus dr. Muhammad Haris Damanhuri (Gus Haris) sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Probolinggo.

PKB, meski tidak menggelar deklarasi, namun kemesraan Gus Haris dengan Ra Fahmi (KH. Fahmi AHZ, red), Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, menyiratkan bahwa partai besutan Abdul Muhaimin Iskandar itu siap bergabung dalam koalisi gajah.

Praktis, dua parpol yang belum menentukan sikapnya adalah PDI Perjuangan dan Partai Nasdem. Sejauh ini, kedua parpol juga belum menentukan jagoannya di Pilkada Kabupaten Probolinggo.

Dinamika politik di Kabupaten Probolinggo yang mulai mengerucut terciptanya calon tunggal, memantik perhatian eks Bupati Probolinggo sekaligus Ketua DPP Partai Nasdem, Hasan Aminuddin.

Usai menjalani sidang lanjutan dakwaan TPPU dan Gratifikasi di Pengadilan Tipikor Sidoarjo, Kamis (20/06/24), Hasan menyebut Pemilihan Bupati (Pilbup) merupakan proses politik yang harus dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selama ini, lanjutnya, demokrasi di Kabupaten Probolinggo telah terbangun dengan baik dan sempurna. Pilkada pasca reformasi tahun 2003 awal, diikuti oleh tiga pasangan calon, hingga Pilkada Tahun 2018.

“Haruskah pesta demokrasi sekarang ini hanya di ikuti satu pasangan Calon? itu berarti mundur,” kata Hasan di hadapan wartawan.

Hasan mengklaim, selaku Ketua DPP Partai Nasdem, ia tidak akan menerima jika terjadi hanya satu paslon di Kabupaten Probolinggo.

“Tulis, (saya).pasti menolak satu paslon dan akan mengusung paslon sendiri,” ungkap suami Puput Tatriana Sari ini.

Mengenai sosok paslon yang akan diusung oleh Partai Nasdem dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo Tahun 2024, Hasan menjawab diplomatis.

“Saya tidak akan berbicara sosok, nanti pasti akan ada deklarasi, yang jelas Partai Nasdem akan menolak jika ada terjadi calon tunggal,” ungkapnya seraya berlalu meninggalkan ruang sidang. (*)

 

 


Editor: Mohamad S
Publisher: Moch Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 843 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Duel saat Pilkada, PDI-P dan Partai Nasdem Kini Dukung Pemerintahan Gus Haris – Ra Fahmi

3 Juli 2025 - 21:34 WIB

Pemilu Nasional dan Pilkada Dipisah, Tantangan Baru bagi Partai Politik

30 Juni 2025 - 15:56 WIB

Pimpin Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania Siap Maju Pilkada

28 Juni 2025 - 18:50 WIB

Era Baru, Dini Rahmania Nahkodai Nasdem Kabupaten Probolinggo

28 Juni 2025 - 15:04 WIB

Tidak Ada Pemilu, Bawaslu Kota Probolinggo Gandeng Kelompok Cipayung Plus Kerjasama Bidang ini

20 Juni 2025 - 20:30 WIB

Pilkades Serentak di Pasuruan Terancam Ditunda, 17 Desa Gagal Gelar Pemilihan Tahun Ini

14 Juni 2025 - 15:35 WIB

Tingkat Partisipasi Tinggi, KPU Kota Probolinggo Terbitkan 2 Buku Riset Pilkada

29 April 2025 - 20:14 WIB

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Trending di Politik