Menu

Mode Gelap
Umat Hindu Tengger Rayakan Kuningan, Berharap Dianugerahi Kesehatan dan Keselamatan KAI Daop 9 Jember Tawarkan Sensasi Nikmati Keindahan Alam Diatas Kereta Didampingi Gus Haris, Gubernur Khofifah resmikan SMKN Sukapura di Probolinggo Pelaku Tabrak Lari Pelajar SMK di Pasuruan Ditangkap, Mengaku Takut Dimassa Haru Mardijah, Nenek Berusia 104 Tahun di Jember yang Bakal Naik Haji Kankemenag Kota Probolinggo Bakal Berangkatkan 213 Jamaah Calon Haji, Dilepas Tanggal 26 Mei

Ekonomi · 23 Des 2021 16:59 WIB

Tuntut Gaji, Eks-Karyawan Kertas Leces Demo


					Tuntut Gaji, Eks-Karyawan Kertas Leces Demo Perbesar

Probolinggo – Ratusan eks-karyawan PT. Kertas Leces (PTKL) menggelar demo di depan pabrik PTKL, Kamis (23/12/2021). Mereka menuntut hak gaji dan pesangon yang hingga saat ini belum terbayarkan.

Dengan menggunakan pengeras suara, ratusan eks-karyawan ini menggelar demo. Dalam orasinya, para eks karyawan ini menuntut gaji dan pesangon yang hingga saat ini belum terbayarkan. Mereka yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar), dan Paguyuban Karyawan (Pakar) ini mengaku, telah tujuh tahun menunggu tanpa kejelasan.

Setelah melakukan orasi, lima orang perwakilan masuk untuk melakukan mediasi dengan perwakilan pemenang lelang. Dalam mediasi tersebut, selain meminta kejelasan terkait gaji, perwakilan eks karyawan ini juga meminta pemenang lelang untuk memperkerjakan eks karyawan.

“Saya meminta agar gaji dan pesangon sebanyak 1.800 karyawan baik yang tergabung dalam Sekar, Pakar, serta lainnya untuk segera dipenuhi. Sebab karyawan ini telah lama menanti selama tujuh tahun,” ujar Sekretaris Sekar, Muhammad Arham.

Selain melakukan aksi demo di depan eks PTKL, ratusan pendemo juga melakukan aksi di Exit Tol Probolinggo Timur. Sama seperti di depan pabrik, mereka berorasi meminta keadilan yakni hak mereka.

Selama demo yang berlangsung di Exit Tol Probolinggo Timur, ratusan karyawan ini mendapat penjagaan ketat dari petugas gabungan baik dari Polsek hingga Polres Probolinggo Kota. Selain itu, akibat demo ini, kendaraan yang melintas berjalan pelan, namun tak sampai membuat kemacetan.

“Minggu depan kita akan mendatangi sejumlah kantor kementerian, untuk memperjuangkan hak karyawan yakni gaji sebesar Rp 229 miliar yang secara keseluruhan belum terbayarkan,” imbuh Ahram

Sementara, terkait tuntutan karyawan yang telah disampaikan, perwakilan pemenang lelang, Zamroni, enggan berkomentar. Ia tidak mau menjawab pertanyaan sejumlah awak media. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kisah Yulianto, Petani Lumajang yang Berani Ambil Risiko

25 April 2025 - 13:32 WIB

Pemkot Probolinggo Mulai Persiapkan Koperasi Merah Putih, Optimis Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

22 April 2025 - 17:03 WIB

Program Koperasi Makro Desa Dipenuhi Ketidakpastian, Diskopum Jember Tunggu Arahan

12 April 2025 - 17:57 WIB

Inflasi Jember Meroket, Faktor Tarif Listrik dan Kenaikan Bahan Pokok?

9 April 2025 - 18:07 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Bupati Probolinggo Gus Haris Pimpin Panen Raya Padi

7 April 2025 - 18:55 WIB

Pengunjung Pantai Mbah Drajid Membeludak, Omset UMKM Meningkat

7 April 2025 - 18:23 WIB

Lahan Pertanian Padi Meningkat, Kota Probolinggo Hasilkan 8,9 Ton Per Hektar

7 April 2025 - 18:04 WIB

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Trending di Ekonomi