Probolinggo,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember akan menerapkan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember mendatang.
Sejumlah perubahan disiapkan, mulai dari penyesuaian jadwal keberangkatan, waktu tempuh, hingga penambahan stasiun pemberhentian.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan penerapan GAPEKA 2026 merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas konektivitas antardaerah.
Penyesuaian tersebut diharapkan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan pariwisata.
“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin menghadirkan layanan kereta api yang semakin mudah dijangkau, dengan penyesuaian jadwal, waktu tempuh, serta pilihan stasiun pemberhentian. Harapannya, perubahan ini memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat di wilayah Tapal Kuda,” ujar Cahyo.
Dalam jadwal terbaru, KAI Daop 9 Jember tetap mengoperasikan 30 perjalanan kereta api penumpang dengan kapasitas 15.084 tempat duduk setiap hari.
Salah satu perubahan diterapkan pada KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang PP.
Untuk perjalanan Bandung menuju Ketapang, terdapat tambahan pemberhentian di Stasiun Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi.
Sementara arah Ketapang menuju Bandung mendapatkan tambahan pemberhentian di Stasiun Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, dan Klakah.
Penambahan pemberhentian tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat Jember dan Banyuwangi menuju Bandung.
Selain itu, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan PP kini juga akan melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Klakah.
Dari sisi waktu tempuh, KA Sangkuriang arah Ketapang-Bandung lebih cepat sekitar 46 menit, sedangkan arah Bandung-Ketapang bertambah sekitar 51 menit dibandingkan jadwal sebelumnya.
“Percepatan waktu perjalanan juga diberlakukan pada sejumlah layanan lainnya. KA Mutiara Timur relasi Surabaya Pasarturi-Ketapang menjadi lebih cepat sekitar 20 menit, sedangkan KA Pandalungan relasi Gambir-Jember mengalami percepatan sekitar 45 menit,” ujar Cahyo.
KAI Daop 9 juga meningkatkan kecepatan operasional di sejumlah lintas, yakni Bangil-Pasuruan dari 70 menjadi 110 km/jam, Tanggul-Jatiroto dari 100 menjadi 110 km/jam.
Lalu, Tanggul-Jember dari 100 menjadi 120 km/jam, serta Jember-Kalisat dari 70 menjadi 90 km/jam.
Cahyo menjelaskan, peningkatan kecepatan tersebut didukung kesiapan prasarana serta penyesuaian pengaturan perjalanan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Selain itu, GAPEKA juga pertimbangkan kondisi jalur, kesiapan sarana dan prasarana, serta aspek keselamatan.
“Peningkatan kecepatan ini diharapkan dapat mendukung efisiensi waktu perjalanan tanpa mengesampingkan keselamatan dan keandalan operasional,” jelasnya.
Selain perubahan jadwal, terdapat pula pergantian nama layanan, yakni KA Blambangan Ekspres menjadi KA Blambangan dan KA Ijen Ekspres menjadi KA Ijen.
“Kami informasikan bahwa tiket dengan jadwal GAPEKA 2026 sudah dapat dipesan sejak 1 November 2026, sementara jadwal baru mulai berlaku pada 1 Desember 2026,” imbuh Cahyo Widiantoro.
Melalui pemberlakuan GAPEKA 2026, KAI Daop 9 Jember berharap layanan kereta api semakin mudah diakses, efisien, dan andal.
Penyesuaian ini sekaligus diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Tapal Kuda. (*)












