Probolinggo,- Kontingen catur Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya di panggung nasional setelah sukses memboyong total 12 medali pada ajang Kejuaraan Catur Nasional (Kejurnas) ke-51 yang berlangsung di Kota Serang, Provinsi Banten, tanggal 23-29 Oktober 2026.
Keberhasilan gemilang ini menjadi bukti nyata dari konsistensi pembinaan atlet catur di Jawa Timur yang terus melahirkan bibit-bibit unggul bermental juara.
Dominasi tim Jawa Timur dalam kejurnas kali ini ditandai dengan raihan impresif yang terdiri dari 2 medali emas, 6 medali perperak, serta 4 medali perunggu.
Prestasi kolektif ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama catur yang paling diperhitungkan di kancah nasional.
Di luar pencapaian podium utama, perhatian publik dan para pengamat catur dalam kompetisi ini tertuju pada persaingan ketat di kategori Yunior Putri Kelompok Umur 9 tahun (KU-9).
Fenomena menarik datang dari atlet cilik, Syakira Aretha Aina Nugroho. Pecatur belia ini sukses mencuri perhatian berkat performa luar biasanya di atas papan hitam-putih hingga berhasil menembus peringkat 8 besar nasional.
Gadis cilik yang akrab disapa Syakira ini menorehkan catatan fantastis dengan melewati sembilan babak pertandingan tanpa tersentuh kekalahan sama sekali (unbeaten).
“Alhamdulillah, tentu pencapaian ini bukan tanpa kebetulan tetapi merupakan hasil kerja keras, latihan taktik dan fokus,” kata Syakira, Kamis (29/10/26)
Meskipun baru menginjak usia 8 tahun, siswi SDN Tisnonegaran 1 Kota Probolinggo tersebut menunjukkan ketenangan mental yang sangat matang saat harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh yang memegang gelar nasional maupun berstatus sebagai unggulan utama.
Salah satu momen krusial dalam perjalanannya adalah saat Syakira harus menghadapi tekanan dari dua atlet bergelar Woman Percasi Master (WPM) asal Jawa Tengah dan Banten.
Menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, putri pasangan suami istri, Setyo Adi Nugroho- Terza Travelancya ini mampu menunjukkan kematangan strategi yang jarang dimiliki oleh anak seusianya.
Lewat kecerdikan membaca kalkulasi papan, ia berhasil menerapkan langkah-langkah pertahanan yang solid hingga memaksa lawan-lawannya berbagi angka lewat hasil remis (draw).
Keberhasilan Syakira menembus jajaran 8 besar pada ajang yang diikuti oleh delegasi dari 32 provinsi tanpa terkalahkan menjadi sinyal positif bagi masa depan catur Jawa Timur.
Ajang Kejurnas ke-51 di Banten ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi para atlet senior, tetapi juga menjadi saksi lahirnya generasi baru pecatur Indonesia yang siap bersinar di masa depan. (*)












