Probolinggo,– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10, Sabtu (2/5/26) pagi, di Kebon Pring Dringu.

Selain kader internal partai, jajaran pengurus DPW PPP Jawa Timur, Bupati Probolinggo Muhammad Haris, dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini (AHZ) hadir dalam muscab.

Selain itu, sejumlah elit partai politik di Kabupaten Probolinggo juga hadir. Mulai pimpinan Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Golkar, PDI Perjuangan hingga PKS.

Dalam Muscab, dihasilkan 7 orang tim formatur, termasuk petahana Mahdi, yang nantinya akan menyusun kepengurusan DPC PPP Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2031.

Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menyampaikan terima kasih kepada DPP dan DPW PPP atas kepercayaan yang diberikan selama 5 tahun ini.

Ia mengungkapkan, dalam Muscab ke-10 ini dirinya mendapat diskresi untuk kembali mencalonkan diri, meski sebelumnya telah dua kali menjabat sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo.

“Target saya tidak muluk-muluk, yakni PPP Kabupaten Probolinggo bisa meraih suara terbanyak, seperti partai lain yang juga memiliki capaian serupa,” ujarnya.

Saat ini, sambung Mahdi, PPP Kabupaten Probolinggo masih menjadi partai yang diperhitungkan, terbukti dengan perolehan enam kursi parlemen.

Ke depan, lanjut anggota DPRD Jawa Timur ini, PPP akan mencari formula baru agar menjadi partai yang lebih baik dan semakin besar di Kabupaten Probolinggo.

“Nah yang kami pikirkan adalah penguatan internal partai, agar ke depan PPP bisa menjadi partai besar dan mampu bersaing dengan partai lain di Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.

Harapan Besar

Sementara itu, Wakil Ketua Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Ahmad Jauhari menyebut, Mahdi mendapat diskresi karena memiliki jaringan luas serta kedekatan dengan berbagai kalangan.

“Selain itu, karena banyak prestasi dan dikenal merakyat sehingga DPP dan DPW PPP kembali memberikan kesempatan kepada Habib Mahdi untuk memimpin PPP Kabupaten Probolinggo,” beber dia.

Di sisi lain, Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengakui PPP sebagai partai yang memiliki sejarah panjang dan menjadi rumah bagi berbagai organisasi Islam.

Oleh karenanya, para kader patut berbangga menjadi bagian dari PPP. Ia yakin PPP di Kabupaten Probolinggo dapat menjadi rumah politik yang edukatif dan aspiratif.

“Dengan semangat kebersamaan terutama PPP, berbagai persoalan di Kabupaten Probolinggo Insya-Allah dapat terselesaikan,” paparnya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.