Pasuruan, – Setelah sempat langka dan memicu kenaikan harga, sebanyak 9.600 liter minyak goreng merek Minyakita disalurkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan, Rabu (15/04/2026).
Distribusi dilakukan melalui operasi pasar dengan menggandeng Bulog. Penyaluran dipusatkan di kawasan Pasar Besar, kemudian didistribusikan ke beberapa pasar lain, di antaranya Pasar Kebonagung dan Pasar Gading. Pedagang yang telah terdata sebelumnya menerima jatah sesuai kebutuhan lapak masing-masing.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, mengatakan langkah ini dilakukan untuk menormalkan pasokan sekaligus menekan harga yang sebelumnya melonjak di pasaran.
“Melalui operasi pasar ini, kami ingin memastikan stok tersedia kembali di pasar dan harga bisa kembali sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sebelumnya, Minyakita dilaporkan sulit ditemukan sejak Lebaran. Kalaupun ada, harganya melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Di lapangan, Minyakita yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter sempat menyentuh Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak goreng jenis lain.
Minyak goreng kemasan dua liter tercatat naik menjadi sekitar Rp43 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu. Sementara minyak curah meningkat dari Rp19.500 menjadi Rp22.500 per liter.
Salah satu pedagang, Warsito mengatakan, pasokan Minyakita sempat kosong cukup lama.
“Sudah lama tidak ada. Kalau muncul, harganya tinggi sekali,” katanya.
Dengan adanya distribusi ini, pemerintah berharap ketersediaan minyak goreng di pasar kembali normal dan harga bisa lebih terkendali, sehingga tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha kecil. (*)













