Probolinggo,— Dua bersaudara, HR dan A, warga Desa Ganting, Kecamatan Maron, ditangkap aparat Polsek Kraksaan dalam operasi dini hari di Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Rabu (15/5/26) dinihari.

Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan, kedua terduga pelaku begal itu digulung Tim Kring Reserse Polsek Kraksaan setelah aparat bergerak sejak pukul 04.30 WIB.

Tim Kring Reserse Polsek Kraksaan yang dalam operasi ini dibagi menjadi dua kelompok, yang bergerak memantau kawasan tengah dan perbatasan wilayah Kraksaan.

“Kita bentuk dua tim, satu saya pimpin, satunya dipimpin oleh Kanit Reserse. Dengan dua tim itu memang kita pantau tengah dan perbatasan wilayah Kraksaan,” ujar Kompol Masykur.

Hasilnya, kedua terduga pelaku, HR dan A berhasil diringkus di Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan. Begitu berhasil diringkus, keduanya langsung dibawa ke Polsek Kraksaan untuk proses lebih lanjut.

Belum diketahui di wilayah mana saja dan berapa kali dua begal yang masih saudara ipar ini beraksi. “Masih kita dalami ya,” cetus Kapolsek.

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif memastikan, kasus pembegalan memang menjadi atensi, termasuk penangkapan dua pemuda terduga pelaku begal tersebut.

“Alhamdulillah, berkat informasi dari masyarakat, berkat kerjasama dengan masyarakat, kita bersama-sama hari ini sudah melakukan upaya paksa terhadap beberapa orang pelaku kejahatan jalanan begal,” kata AKBP Latif saat meninjau proses penanganan terduga begal di Polsek Kraksaan.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa proses pengembangan masih berjalan. Ia menyebut, ada dua lokasi yang telah menjadi sasaran upaya paksa pada hari yang sama.

Penangkapan ini merupakan bagian dari program ‘Birukan Probolinggo, inisiasi berupa patroli rutin Polres Probolinggo yang difokuskan pada jam-jam rawan di wilayah minim penerangan jalan umum (PJU).

“Setiap hari kita laksanakan sebagai upaya pencegahan. Untuk di jam-jam rawan, terutama di wilayah yang penerangannya kurang, kita optimalkan untuk ada personil kita bersama dengan masyarakat,” tegas Kapolres.

Masyarakat juga diimbau untuk kembali mengoptimalkan kegiatan Siskamling di lingkungan masing-masing. “Agar informasi potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat sampai ke aparat,” wantinya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.