Probolinggo,- Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tiris, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turun langsung meninjau sejumlah titik bencana pada Jumat (12/12/25) pagi.

Titik pertama yang dikunjungi bupati adalah Kantor Kecamatan Tiris untuk apel bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Usai apel, ia bergerak meninjau jembatan di Desa Tiris dan rumah milik Sudianto di Dusun Taman RT 3 RW 1, yang bagian dapurnya jebol akibat tanah longsor.

Selanjutnya, rombongan meninjau jembatan kayu miring yang selama ini menjadi akses penghubung antara Desa Andungbiru dan Tiris. Kondisi jembatan yang rentan membuat mobilitas warga terganggu, sehingga masuk dalam prioritas penanganan.

Tidak hanya infrastruktur umum, lembaga pendidikan yang terdampak banjir juga mendapat atensi. Bupati Haris meninjau SD Negeri Andungbiru 1 serta SMP Negeri 3 Tiris Satu Atap untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan aman.

Perjalanan selanjutnya menuju kawasan Sungai Campoan, di mana jembatan penghubung putus akibat tingginya debit air dari pertemuan aliran Kebun Teh dan Sumber Kapung.

Peninjauan diakhiri di Jembatan Kedaton Desa Andungbiru yang mengalami kerusakan berat, termasuk rumah-rumah warga yang tanahnya tergerus banjir.

Bupati mengatakan bahwa peningkatan curah hujan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir telah diantisipasi oleh sejumlah perangkat daerah, terutama BPBD. Ia memastikan proses mitigasi sudah dilakukan sejak gejala cuaca ekstrem mulai terlihat.

“Sejak beberapa minggu lalu, saat hujan mulai meningkat drastis, saya sudah memerintahkan seluruh OPD terkait untuk melakukan mitigasi. Hampir setiap hari dilakukan pengecekan, termasuk dari hulu sungai di perbatasan Jember hingga titik-titik rawan di wilayah kita,” kata Gus Haris, panggilannya.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut terbukti ketika tiga aliran sungai dari wilayah atas bertemu dan membawa debit air besar yang menghantam jembatan. “Gelontoran air sangat besar sehingga jembatan yang ada tidak bisa menahan terjangan,” jelasnya.

Ia memastikan asesmen terhadap struktur jembatan, perubahan alur sungai, dan dampaknya terhadap sekolah-sekolah sekitar tengah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejumlah OPD lainnya sudah diterjunkan sejak pagi.

“Ada beberapa sekolah terdampak perubahan aliran air. Karena itu semua perangkat terkait kami kerahkan agar penanganan cepat dilakukan,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Bupati menegaskan bahwa akses kesehatan, kebutuhan pokok, dan kebutuhan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak sekolah menjadi fokus utama.

“Nah yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok. Jembatan darurat, logistik makanan, pakan ternak, serta bantuan lainnya kami siapkan,” bebernya.

Terkait penyebab banjir, Gus Haris menyatakan bahwa debit air besar menjadi faktor dominan. Ia berharap tidak ada aktivitas ilegal seperti pembalakan liar yang memperparah kondisi.

“Sejauh ini tidak ditemukan adanya gelondongan kayu. Meski ada beberapa pohon yang tercabut terbawa arus, namun indikasi tersebut belum mengarah pada illegal logging. Pengecekan tetap akan dilanjutkan ke hulu sungai,” tambahnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.