JAGAL: Suasana pemotongan hewan di RPH Krejengan, Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu. (foto: dok).

Tahun Lalu Gagal, PAD RPH Kembali Ditarget Rp177,5 Juta

Probolinggo,- Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo mendapatkan target Pendataan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebesar Rp 177,5 juta. Jumlah tersebut sama persis dengan target pada tahun sebelumnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet Diperta Kabupaten Probolinggo, Nikolas Nuryulianto mengatakan, meski tidak mengalami perubahan target dari tahun sebelumnya, pihaknya akan tetap berupaya maksimal untuk mencapainya.

Sebab, pada 2023 lalu, target tersebut tidak tercapai. “Tahun 2023 capaiannya sekitar 94 persen. Oleh sebab itu kami akan terus berupaya maksimal,” kata Nikolas, Jumat (2/2/2024).

Ia berharap, penyakit pada hewan ternak yang sempat merebak akhir-akhir ini segera berakhir. Sebab, hal itu turut menjadi kendala untuk capaian PAD RPH.

“Juga bergantung pada daya beli masyarakat terhadap konsumsi daging. Kalau daya belinya tinggi, tentu aktivitas pemotongan hewan di RPH juga akan meningkat.

Ia pun menyebut, dengan target PAD RPH yang ada, setidaknya harus ada 7.100 ekor hewan yang disembelih di RPH selama setahun ini.

Sebab, biaya retribusi untuk pemotongan satu ekor hewan adalah Rp 25 ribu.

“Jadi pas kalau 7.100 ekor dikalikan Rp 25 ribu hasilnya Rp 177,5 juta,” ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini Disperta memiliki enam RPH yang tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari RPH Kecamatan Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, Leces, dan Gading. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim

Baca Juga  ULDK Terbentuk, Perusahaan di Probolinggo Wajib Rekrut Disabilitas

Baca Juga

Berusia Hampir 3 Abad, Begini Sejarah Berdirinya Kabupaten Probolinggo

Probolinggo,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, menggelar upacara Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-278, Kamis (18/4/24) …