Bahagianya Penyintas Semeru, Akhirnya Punya Rumah Hunian Tetap

Lumajang,- Para penyintas erupsi Gunung Semeru, kini bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana tidak, kini mereka telah mendapatkan rumah hunian tetap, yang terletak di Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi menyebut, selain hunian tetap (Huntap), sebagian penyintas telah mendapatkan hunian sementara (Huntara).

“Saya mengingatkan lagi kepada bapak-bapak sesuai pesan bapak bupati tolong hunian jangan di jual atau disewakan. Hunian ini tolong dipakai sendiri,” kata Patria usai menyerahkan kunci huntap, Kamis (24/11/2022).

Ia menegaskan, jika saat inspeksi mendadak (sidak), ditemukan hunian relokasi diperjualbelikan, maka SK penempatan Huntap dan Huntara akan dicabut.

“Kami bersama Kementerian PUPR akan sidak hunian nantinya. Jika kedapatan dipindah tangankan dari pemiliknya maka kami tidak segan-segan untuk mencabut SK penempatan Huntap dan Huntara yang bersangkutan,” tegasnya.

Dalam tahap VI ini, 144 Kepala Keluarga (KK) telah menerima kunci hunian relokasi di Bumi Semeru Damai. Rumah hunian itu dilengkapi dengan beberapa peralatan rumah tangga yang dibutuhkan penghuni.

“Hari ini diserahkan hunian tetap dan hunian sementara tahap enam bagi penyintas etupsi Semeru yang berjumlah 144 KK disertai beberapa paket barang, peralatan dan sembako,” ujar Patria.

Selain, menurut Patria, hunian relokasi yang diserahkan sudah dilengkapi kursi dan meja tamu, peralatan dapur, kasur dan lemari, air mineral, pampers serta peralatan rumah tangga lainnya.

“Sampai dengan tahap enam, sudah ada 1.051 Keluarga yang sudah mendapatkan hunian relokasi di kawasan BSD,” pungkas dia. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R

Baca Juga  Meresahkan, Pol PP Jaring 7 PSK Di Kraksaan

Baca Juga

Lewat Dana Cukai, Kelompok Disabilitas Lumajang Dibekali Pelatihan Tataboga

Lumajang,- Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Lumajang, tidak hanya dirasakan oleh …