Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Wisata · 11 Sep 2021 19:02 WIB

Wisata Gunung Bromo Dibuka, Okupansi Hotel Masih 5%


					Wisata Gunung Bromo Dibuka, Okupansi Hotel Masih 5% Perbesar

Probolinggo – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah membuka wisata Gunung Bromo dengan pembatasan 25% dari kapasitas, Kamis (9/9/2021) lalu. Pembukaan kembali wisata Bromo disambut baik oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), apalagi tingkau hunian (okupansi) hotel mulai terisi.

Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo P. Djamaluddin mengatakan, dengan telah dibukanya Gunung Bromo bagi wisatawan, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Soalnya selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 merebak, para pengusaha hotel dan restoran di kawasan Bromo tidak mendapatkan pemasukan memadai.

“Alhamdulillah, dengan dibukanya Gunung Bromo disambut baik oleh pengusaha hotel dan restoran untuk kembali mendulang rupiah. Memang terhitung tiga hari pasca Bromo dibuka, okupansi hotel masih berada di kisaran 5%,” kata Yoyok, panggilan Digdoyo P. Djamaludidin.

Dikatakan selama Gunung Bromo ditutup, pemilik hotel dan restoran khususnya telah berupaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya vaksinasi seluruh karyawan hotel. bahkan, seluruh karyawan sudah menjalani vaksinasi tahap kedua.

“Saat iki kami berupaya bangkit, seiring telah dibukanya wisata Gunung Bromo. Selain itu, kami menjamin para tamu jika sewaktu- waktu Bromo kembali ditutup tamu dapat melihat Bromo dari kejauhan, atau pun dari tempat wisata di sekitar Bromo,” katanya.

Hal senada juga disampaikan pemilik travel “Juragan Bromo”, Soni Wahyu. Ia mengatakan, dibukanya wisata Gunung Bromo disambut baik pemilik travel wisata. Pasalnya selama ini, pemasukan dari wisata Gunung Bromo turun drastis, bahkan ada yang sampai alih ke beragam profesi.

Dengan dibukanya kembali wisata Gunung Bromo ini, para pemilik travel ini berharap agar wisata Gunung Bromo ini tidak lagi ditutup. Pembatasan wisatawan 25% agar bertahap bisa di tambah lagi.

“Sejak dibuka, travel milik saya sudah melayani wisatawan dari dari daerah, dari Jawa Tengah dan Jakarta yang berkunjung ke Gunung Bromo. Tentu kondisi ini dapat terus berlangsung sehingga perekonomian jasa pelaku wisata dapat kembali meningkat, sesuai apa yang disampaikan oleh Plt Bupati Probolinggo,” ujar Soni. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ada Fenomena Embun Upas di Bromo, TNBTS Waspadai Potensi Kebakaran Hutan

29 Juli 2025 - 08:43 WIB

Seperti Tidur di Atas Salju, Cerita Pendaki yang Menyaksikan Ranu Kumbolo Membeku

27 Juli 2025 - 14:38 WIB

Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo, Sajikan Eksotika bak Pegunungan Alpen

11 Juli 2025 - 08:49 WIB

Keamanan Pendaki Ditingkatkan, TNBTS Wajibkan Gelang RFID bagi Pendaki Gunung Semeru

6 Juli 2025 - 09:33 WIB

Wamen: Dulu Instagram Saya Penuh Laporan Pungli Tumpak Sewu, Sekarang Sudah Beres

29 Juni 2025 - 20:51 WIB

DPRD Desak Dinas Pariwisata Lumajang Segera Intervensi dan Perbaiki Manajemen Air Terjun Tumpak Sewu

22 Juni 2025 - 09:20 WIB

Tumpak Sewu: Satu Objek Wisata, Dua Tarif Masuk Berbeda

19 Juni 2025 - 13:30 WIB

Pengelolaan Pemandian Selokambang Lumajang Diduga Bocor

19 Juni 2025 - 12:16 WIB

Pariwisata Tumpak Sewu Terancam Stagnan, Homestay dan Atraksi Pendamping Tak Terkoordinasi

18 Juni 2025 - 17:21 WIB

Trending di Pemerintahan