Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

Berita Pantura · 19 Feb 2020 06:42 WIB

Hadang Truk di Jalur Pantura, 7 Anjal Diamankan


					Hadang Truk di Jalur Pantura, 7 Anjal Diamankan Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Probolinggo, mengamankan 7 orang anak jalanan (Anjal) yang kerapkali meresahkan masyarakat umum dan para pengguna jalan di jalur pantura Probolinggo-Situbondo.

Tujuh anjal ini diamankan di depan kantor Kecamatan Kraksaan, saat hendak mencegat truk yang melintas. Diketahui 6 anjal berasal dari Kabupaten Probolinggo dan empat orang diantaranya masih dibawah umur. Sementara satu anjal berasal dari Kabupaten Lumajang.

Keenam anjal yang berasal dari Kabupaten Probolinggo masing-masing MU (20) asal Kecamatan Bantaran, AQ (18) MF (19) MA (18) MR (16) DL asal Kecamatan Krejengan, dan DL (28) asal Kecamatan Kraksaan. Sementara 1 anjal perempuan tercatat sebagai KY (21) asal Kabupaten Lumajang.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Harry mengatakan, pengamanan anjal dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan pengguna jalan yang diresahakan ulah mereka.

“Ada laporan ke call center 112, melaporkan adanya anjal yang meresahkan. Mereka mencegat kendaraan dari pinggir hingga ke tengah jalan alias menghadang kendaraan untuk ia tumpangi ke tempat tujuannya,” kata Harry, Rabu (19/2/2020).

Setelah diamankan di depan kantor Kecamatan Kraksaan, lanjut Harry, ketujuh anjal langsung dibawa ke Markas Satpol PP di jalan raya Rengganis Kota Kraksaan. Selanjutnya, menurut Harry, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) setempat agar didata dan diberi pembinaan lanjutan.

“Semuanya anak putus sekolah. Siapa tahu nanti oleh Dinsos diberi pembinaan berupa kegiatan ataupun aktivitas yang sekiranya mereka tidak kembali ke jalanan lagi dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Harry saat ditemui di Kantor Satpol PP.

Sementara menurut AQ, ia bersama dengan teman-teman anjal yang lainnya mengaku hanya ingin mencari tumpangan ke tempat ngamen. Hal tersebut telah dilakukan setiap hari ke beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo.

“Tempat ngamennya berpindah-pindah, kebetulan sekarang mau ke Desa Jabung. Hasil ngamennya biasanya buat makan sehari-hari dan juga rokok. Kalau untuk nge-lem dan mabuk-mabukan kami sudah berhenti,” aku Anjal asal Kecamatan Krejengan ini. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polisi Gendut di Pasuruan Tak Bisa Santai Lagi, Kini Wajib Olahraga

24 Juli 2025 - 17:42 WIB

Uansut, Seni Menyesap Kopi yang Terlupakan

13 Juli 2025 - 13:38 WIB

Sopir Bus Keluhkan Macet Parah di Klakah, Waktu Tempuh Bertambah Satu Jam Lebih

7 Juli 2025 - 18:45 WIB

Perjuangan Nenek Satumi, 95 Tahun, Mewujudkan Impian Haji

2 Mei 2025 - 14:00 WIB

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Trending di Gaya Hidup