PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Warga kembali menutup akses menuju Galiac C, yang berada di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (4/10) sekitar pukul 9.00 Wib. Akibatnya, kendaraan galian tak bisa masuk ke lokasi galian yang berada di dua desa,  yakni Desa Pakuniran dan Patemon.

Kegeraman warga menutup kembali jalan menuju lokasi Galian C karena warga melihat ada alat berat yang masuk ke lokasi tambang. Warga dari dua desa yang kuatir aktivitas galian kembali dilakukan, secara spontan lantas melakukan blokade jalan.

Pasca memblokade jalur dengan portal dan kayu, warga bergerak untuk menggelar aksi demonstrasi. Namun upaya ini gagal setelah aparat gabungan dari kepolisian dan TNI, mencegah aksi dan meminta massa membubarkan diri.

“Adanya alat berat yang mengeruk tanah, membuat sumur warga banyak yang mengering. Selain itu yang paling dikhawatirkan ketika musim penghujan nanti, efeknya rumah warga terkikis air,” kata Kepala Desa (Kades) Patemon, Muhammad.

Sementara saat PANTURA7.com meminta konfirmasi via sambungan seluler kepada pengelola tambang berinisial A-Q, tidak ada respons. Padahal dalam keadaan aktif.

Diketahui sebelumnya, warga di bantaran Sungai Pancarglagas menutup paksa Galian C yang berada di sekitar pemukiman, pada Sabtu (28/9) lalu. Aksi sepihak ini dilakukan karena Galian C yang berada di kawasan tersebut dinilai merugikan warga sekitar. (*)

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here