PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Terjebaknya Hiu Paus (Whale Shark)  di kanal air Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) hingga sepekan lebih mendapatkan perhatian dari aktivis lingkungan.

Hal ini disampaikan  komunitas aktivis lingkungan Binor Green Community (BGC). Ketua BGC, Anton Sumarsono mengatakan, kejadian hal semacam ini tidak hanya terjadi kali ini Tetapi sebelumnya juga terjadi hal serupa.

“Sebelumnya juga pernah ada satwa serupa yang ukurannya jauh lebih besar atau disebut induk dari hiu paus, kalau sekarang masih anakan hiu paus, tapi yang saya bingungkan kenapa masih terjadi lagi,” kata Anton, Kamis (19/9).

Kembali terjebaknya hiu paus atau hiu tutul di kanal intake PLTU untuk yang kesekian kalinya, menurut pria yang akrab dengan panggilan Sony, berarti ada kelalaian dari pihak perusahaan.

“Disebut apalagi kalau bukan lalai, kenapa masih tidak mengambil pelajaran dari kejadian yang dulu. Apalagi laut di sini itu bersih yang biasanya banyak plankton yang merupakan makanannya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, hiu paus terdeteksi masuk ke kanal PLTU Paiton sejak Kamis (12/9) lalu. Sejauh ini Tim Rescue Whale Shark masih berupaya membebasliarkan mamalia itu.

Hal serupa juga pernah terjadi pada Februari tahun 2015 silam. Saat ituhiu paus yang terjebak berukuran 14 meter.  Saat dievakuasi, hiu tersebut mati. (*)

 

Penulis: Moh. Ahsan Faradies

Editor: Ikhsan Mahmudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here