PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, akhirnya bersikap atas tidak diperpanjangnya izin operasional tempat karaoke. Kendati terkesan terlambat, sikap MUI tegas mendukung Walikota Hadi Zainal Abidin dan menolak segala bentuk praktik kemaksiatan di Kota Probolinggo.

Pembacaan sikap dalam bentuk konferensi pers tersebut, dilakukan MUI  pada Senin (19/8) di salah satu resto Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Tak hanya pengurus MUI, sejumlah  ormas Islam juga hadir seperti NU, Muhammadiyah, Majelis Mujahidin, Ikadi, hinggal Hidayatullah.

“Dengan ini kami nyatakan secara tegas sikap MUI Kota Probolinggo, yakni mendukung Walikota Probolinggo yang tidak memperpanjang izin tempat karaoke. Karena itu bagian dari upaya pemberantasan kemaksiatan,” tegas Ketua MUI KH Nizar Irsyad di depan awak media.

Tak sekadar mendukung, ada beberapa sikap yang dibacakan MUI. Yakni, mendorong pemerintah untuk disiplin dan tegas dalam penegakan hukum terkait penataan, pengawasan dan pengendalian tempat hiburan malam. Termasuk menolaksegala upaya yang membangkitkan embali praktik perusakan moral.

“MUI brsama Ormas dan masyarakat, komitmen mendorong untuk menciptakan masyarakat bermoral. Sehingga upaya ini tidak hanya khusus pada dua tempat karaoke, tapi seluruhnya,” tambah KH Nizar.

Sementara itu, Ketua  Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Kota Probolinggo, Masfu’ mengatakan, sikap MUI sedikit terlambat. Pasalnya hal ini sudah menjadi isu panas di masyarakat sejak bulan lalu.

“Sikap MUI kami akui sedikit terlambat, namun kami tetap mendukung. Mungkin karena masih menunggu hasil RDP dewan waktu itu,” ucapnya. Pandangan sikap MUI tersebut, selanjutnya akan dikirim ke Walikota, Forkopimda lainnya termasuk DPRD Kota Probolinggo. (*)

 

 

Penulis: Rahmad Soleh

Editor: Ikhsan Mahmudi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here