PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kota Makkah mulai memasuki cuaca ekstrem suhu udara mencapai 40 derajat Celcius pada siang hari dan biasanya berubah dingin pada malam hari. Jemaah haji termasuk dari Kota Probolinggo diimbau untuk selalu menggunakan pelindung yang aman.

Informasi ini diperoleh PANTURA7.com  dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 di Makkah. Cuaca pada 10 Juli 2019 berkisar antara 37-42 derajat Celcius.

“Jemaah kami imbau untuk tidak berlama-lama di bawah terik matahari tanpa pelindung,” ucap Kasih Haji Kemenag Kota Probolinggo, Muhammad Haris Hikmawan Kamis (11/7).

Pihaknya memperkirakan, suhu akan semakin meningkat hingga mencapai lebih dari 50 derajat Celcius pada saat puncak haji tahun ini.

Tidak hanya itu, perlengkapan yang lainnya seperti sandal, payung, kacamata ultraviolet, dan botol minum untuk disiapkan untuk antisipasi cuaca panas di Arab Saudi.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar jemaah calon haji Indonesia benar-benar menyiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi cuaca yang sangat berbeda dibandingkan kondisi di Tanah Air.

“Masker sangat penting untuk dipakai saat di Makkah dan Madinah. Tidak hanya itu, perbanyak minum air untuk menjaga kesehatan tubuh selama ibadah haji,” pungkasnya.

Diketahui 155 CJH Kota Probolinggo  berangkat 8 Juli lalu. Mereka didominasi dua unsur terbesar yakni, dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 36 orang. Sementara dari unsur ibu rumah tangga sebanyak 40 orang.

Sedangkan jumlah per kecamatan yakni dari Kecamatan Mayangan 44 CJH, Kademangan 23, Wonoasih 26, Kanigaran 34, dan Kedopok 28 CJH. (*)

 

Penulis : Rahmad Soleh
Editor : Ikhsan Mahmudi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here