PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Selain wisata petualangan arung jeram (rafting) di Kali Pekalen, yang sudah moncer, Kabupaten Probolinggo juga menyimpan potensi rafting lain yang tidak kalah heboh. Tempat rafting yang baru itu terletak di sebuah sungai di Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Rafting mini (jarak pendek) di Gading Wetan dikelola pemuda Karang Taruna (Katar) desa setempat. Fasilitasnya juga masih terbatas dibandingkan rafting di Kali Pekalen. Hanya ada, 3 perahu karet besar (kapasitas 5 orang) dan 4 perahu kecil (kapasitas 2 orang).

Sisi lain, perahu besar hanya bisa digunakan saat sungai berarus besar. Ketika arus sungai kecil, perahu karet besar dipastikan kandas terjepit bebatuan.

Untuk menikmati keseruan dari rafting ini, para wisatawan juga tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan menyiapkan uang Rp 175 ribu sudah mencakup seluruh peralatan dan perlengkapan arung jeram seperti, helm, pelampung, dan tim adventure.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gading Wetan, Alhadi Nur Qomari (31) mengatakan, rafting mini di desanya dirintis oleh para pemuda desa, yang didukung para perangkat desa.

“Awalnya sih kami hanya coba-coba, namun setelah dipikir-pikir, aliran sungai di desa kami memiliki potensi untuk dijadikan sebuah wisata arung jeram. Mulai start sampai finish, lumayan, membutuhkan waktu 2,5 jam,” ungkapnya, Minggu (9/9/2018).

Wisatawan saat menikmati derasnya aliran sungai di Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Sejauh ini, pria yang biasa dipanggil Hadi ini melanjutkan, jika dilihat dari segi pengunjung, wisata yang berada di desanya sudah mulai dikenal masyarakat luar walaupun masih seumur jagung.

“Sebelum ada arum jeram ini, dua tahun yang lalu, kami lebih dulu merintis tubing (nge-ban, Red.), setiap pengunjung dikenai Rp 75 ribu, sudah termasuk makan dan minum. Kalau pengunjung yang paling jauh itu dari Kalimantan dan Bali,” tambahnya.

Saat ditemui oleh PANTURA7.com, Hadi menambahkan, tingkat kunjungan wisatawan naik-turun. “Tetapi kalau hari libur atau akhir pekan seperti, Jumat, Sabtu dan Minggu, itu biasanya full pemesanan raftingnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Gading Wetan, Supriyono mengatakan, hingga kini kegiatan (rafting) yang dikelola para pemuda setempat, tidak menemukan kendala berarti.

“Mulai dari awal dibukanya, tidak ada kendala ataupun masalah, baik itu keluhan dari para pengunjung, ataupun itu dari para pengelola sendiri,” ujarnya.

Supriyono juga berharap agar apa yang sudah dilakukan oleh warga sekitar, bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. “Semoga semakin dikenal masyarakat luas, semakin maju dan makin ramai pengunjungnya,” tutupnya. (*)

 

 

Penulis: Moh Ahsan Faradies

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *