PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Sempat ‘lesu’ pasca tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda beberapa hari lalu, aktifitas wisata di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kembali menggeliat saat moment libur tahun baru, Selasa (01/01/2019).
Snorkeling masih menjadi destinasi andalan yang paling diburu wisatawan. Agar bisa menikmati eksotika alam bawah laut Pulau Gili secara maksimal, wisatawan sebaiknya berangkat pagi hari, dari pelabuhan Kota Probolinggo lalu menempuh perjalanan sekitar 20 menit ke Pulau Gili.
Salah satu operator snorkeling Gili Ketapang, Mushonif Kamil (28) memprediksi jumlah pengunjung di Pulau Gili saat libur tahun baru kali ini sekitar 1.000 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pada libur tahun baru 2018 lalu, dimana masing-masing operator melayani pengunjung rata-rata diatas 100 orang.
“Disini ada 15 operator, tahun baru sebelumnya per operator melayani pengunjung lebih 100 orang. Meski jumlah pengunjung tak seramai tahun lalu, tapi alhamdulillah pengunjung sudah kembali ramai,” kata pria yang biasa dipanggil Kamil ini kepada PANTURA7.com.

Kamil menambahkan, kembali pulihnya aktifitas wisata di pulau yang terletak di sisi utara Kabupaten Probolinggo itu tak lepas dari kerja keras para pelaku wisata dalam meyakinkan pengunjung bahwa wisata bahari di Pulau Gili Ketapang aman dikunjungi.
“Melalui media sosial maupun jaringan pribadi, kami sampaikan bahwa Pulau Gili Ketapang aman dikunjungi. Ombaknya tenang, cuaca cerah dan secara geografis bukan kawasan rawan tsunami. Selain itu, kami tak menaikkan tarif, tetap Rp 95 ribu per orang,” tuturnya.
Salah seorang wisatawan, Elok Bawani (30) menyebut bahwa keindahan alam bawah laut Pulau Gili Ketapang sejauh ini masih belum tertandingi oleh daerah lain. Selain masih ‘perawan’, keanekaragaman ikan dan ketenangan ombaknya, merupakan daya tarik tersendiri.
“Tahun Baru 2019 ini saya sebenarnya banyak pilihan liburan, tapi saya memilih bersnorkeling di Pulau Gili. Ini yang kedua kali, sebelumnya saya kesini pada Oktober 2017 lalu. Bismillah aman-aman saja,” beber perempuan asal Candipuro, Lumajang ini. (*)
Penulis : Mohamad Rochim
Editor : Efendi Muhammad












