Lumajang,- Banjir lahar Gunung Semeru melumpuhkan jembatan limpas di Sungai Glidik, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Senin (2/10/26).
Akibatnya, warga di dua rukun tetangga (RT) tidak bisa keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru menyebabkan banjir lahar mengalir ke sejumlah daerah aliran sungai (DAS).
Debit air di Sungai Glidik meningkat hingga melampaui permukaan jembatan limpas.
Salah seorang warga setempat, Sudibyo, mengatakan jembatan tersebut untuk sementara tidak bisa dilalui karena tertutup aliran banjir lahar.
“Untuk jembatan limpas, untuk sementara tidak bisa dilalui karena air sudah di atas jembatan,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, warga RT 02 dan RT 03 di RW 07 Desa Purorejo terisolasi. Mereka tidak dapat mengakses jalan keluar lingkungan karena satu-satunya jembatan limpas yang menjadi akses penghubung tidak bisa dilewati.
“Yang terdampak yakni warga RT 02 dan RT 03 di RW 07 Desa Purorejo,” kata Sudibyo.
Aktivitas masyarakat diperkirakan kembali normal setelah banjir lahar di Sungai Glidik surut. Hingga saat ini, warga masih harus menunggu kondisi aliran sungai memungkinkan untuk dilalui.
Sementara itu, aktivitas banjir lahar Gunung Semeru tersebut juga terekam alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru. Getaran banjir lahar tercatat dengan amplitudo maksimum 40 milimeter. (*)












