Surabaya,— Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi menggelar ajang bergengsi tahunan Indonesian Digital Media Conference (IDMC) 2026 di Ballroom Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema besar “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”, konferensi akbar ini menghadirkan jajaran pemimpin redaksi, pengelola media siber, praktisi AI, hingga pemangku kepentingan industri kreatif dari seluruh Indonesia.
Fokus utama forum ini adalah merumuskan arah dan strategi keberlanjutan media siber di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta maraknya ekosistem content creator.
Dalam salah satu sesi diskusi panel, Founder sekaligus Chief Editor Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto, menegaskan perlunya pergeseran paradigma (shift mind-set) media siber modern.
Menurutnya, media tidak boleh lagi berpuas diri hanya sebagai saluran pemberitaan, melainkan harus bertransformasi menjadi penggerak aktif ekosistem ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Akhyari membeberkan potensi jangkauan pembaca (views) media siber dan platform digital berbasis berita yang saat ini berukuran sangat masif.
Ia menilai, kapasitas distribusi informasi yang besar tersebut memiliki daya dorong riil jika diorientasikan untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan.
“Tahun lalu, views kita dari website dan media sosial mencapai 3,9 miliar views. Tahun ini, insyaallah hingga pertengahan tahun saja sudah hampir menyentuh 5 miliar views,” ujar Akhyari di hadapan ratusan peserta IDMC 2026.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menggaet trafik jutaan hingga miliaran pembaca akan jauh lebih bernilai (impactful) apabila sebagian porsinya dialokasikan untuk mendukung keberlanjutan pelaku industri kreatif lokal.
“Saya kemudian membayangkan, kalau misalnya 10 persen saja atau sedikit saja dari views ini kita peruntukkan untuk membantu kawan-kawan industri kreatif dan UMKM kita, tentu dampaknya akan luar biasa. Maybe we will build a lot of difference, maybe,” tuturnya.
Lebih lanjut, Akhyari menggarisbawahi bahwa kunci keberlanjutan media masa depan terletak pada sinergi dan integrasi peran.
Media siber dan pelaku ekonomi kreatif berada dalam satu ekosistem yang saling membutuhkan.
“Poin utamanya adalah, bukan hanya memberitakan, bukan hanya bikin konten, tapi media harus menjadi bagian dari gerakan-gerakan industri kreatif itu sendiri, karena pada dasarnya kita adalah bagian yang tak terpisahkan dari mereka,” tegas Akhyari menutupi pemaparannya. (*)












