Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, mengoperasikan delapan titik kamera pengawas atau CCTV baru yang terintegrasi dengan jaringan sirine peringatan dini bencana.

Sistem ini digunakan untuk memantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru dan pergerakan kontur tanah di kawasan rawan longsor Piket Nol.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pengoperasian CCTV tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Lumajang.

“Dengan pemasangan CCTV baru itu, pemantauan secara real-time dapat membantu petugas memperoleh informasi mengenai kondisi kawasan rawan bencana,” katanya, Selasa (27/10/2026).

Diketahui, pemasangan sistem pemantauan dan peringatan dini itu dimulai pada September 2026 dan rampung pada Oktober 2026.

Bahkan, pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar, relawan, serta pemerintah daerah.

Di kawasan Gunung Semeru, imbuh dia, pemantauan aktivitas vulkanik menjadi salah satu perhatian utama mengingat potensi bahaya yang dapat mengancam masyarakat di sekitarnya.

“Sementara itu, kawasan Piket Nol menjadi titik perhatian karena kondisi tanah dan potensi longsor sering terjadi ketika musim hujan,” ujarnya.

Ia berharap, keberadaan delapan CCTV baru tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman bencana.

“Selain dukungan teknologi, kewaspadaan masyarakat dan koordinasi antara petugas, relawan, serta pemerintah daerah tetap diperlukan agar informasi peringatan dini dapat ditindaklanjuti dengan tepat,” ungkapnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.