Jember,- Protes terhadap penataan Pasar Tanjung kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jember.

Massa gabungan dari pedagang Pasar Tanjung dan LSM, menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Rabu (30/9/26) siang.

Massa sebelumnya berorasi di depan Pendapa Wahyawibawagraha. Mereka menyoroti penataan Pasar Tanjung yang dinilai belum mampu menciptakan kondisi pasar yang aman, nyaman, dan berkeadilan.

Dalam aksi tersebut, massa melempar sejumlah tomat ke arah Kantor Pemkab Jember sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menangani persoalan Pasar Tanjung.

Massa juga mendesak Pemkab Jember mencopot Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) dan Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Jember. Kedua pejabat tersebut dinilai gagal melakukan penataan kawasan Pasar Tanjung.

Massa tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Jember Muhammad Fawait karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

Sebelumnya, Fawait mengatakan pemerintah daerah terus menampung aspirasi berbagai pihak terkait penataan Pasar Tanjung, mulai dari pedagang lantai atas dan bawah hingga mahasiswa.

“Semua aspirasi kita tampung, baik pedagang lantai atas, lantai bawah maupun mahasiswa,” ujar Fawait beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan penataan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat.

Menurutnya, dinamika yang muncul dalam penataan Pasar Tanjung merupakan bagian dari proses demokrasi.

“Ini bagian dari proses demokrasi. Pemerintah akan terus menampung aspirasi dan masukan dari para pedagang,” katanya.

Masukan tersebut, lanjut Fawait, menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penataan dan revitalisasi Pasar Tanjung. (*)

Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.