Probolinggo,- Kasus Influenza A saat ini terdeteksi muncul di 13 provinsi di Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), menyiapkan sejumlah langkah pencegahan.
Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, gejala Influenza A secara umum hampir sama dengan flu biasa, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), pilek dan sesak napas.
“Secara umum sama seperti flu pada umumnya, namun jika tidak tertangani dengan baik, akibatnya bisa fatal,” kata dr. Intan, Sabtu (26/9/26).
Menurutnya, Influenza A tidak mengenal batasan usia. Artinya, semua kelompok umur dapat tertular penyakit tersebut.
Namun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, serta anak-anak yang mengalami kekurangan gizi lebih rentan tertular.
“Meski di beberapa daerah di Jawa Timur ditemukan kasus, namun untuk di Kota Probolinggo sampai saat ini belum ada laporan tersebut,” ujar dr. Intan.
Untuk memastikan seseorang terjangkit Influenza A, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya melalui tes swab di rumah sakit.
Meski belum ditemukan laporan kasus di Kota Probolinggo, Dinkes P2KB telah melakukan upaya pencegahan. Seperti memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui Puskesmas.
“Kami mengimbau, untuk pencegahan umum, yakni memakai masker jika ingin keluar, khususnya bagi orang yang sedang sakit, membatasi aktivitas berkumpul dengan orang banyak, dan juga sering mencuci tangan,” imbuhnya. (*)












