Probolinggo,- Sejumlah konsumen mengeluhkan antrean pengisian BBM di SPBU Nomor 5367223 di Jalan Raya Sukapura, Dusun Krajan, Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Keluhan itu muncul karena adanya konsumen yang disebut mengisi BBM menggunakan puluhan jeriken dan mengantre bersama sejumlah sepeda motor.
Salah seorang konsumen, Ahmad FA, mengaku harus menunggu cukup lama saat hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut pada Minggu (30/8/26) sore.
Menurut Ahmad, antrean kendaraan menjadi panjang karena terdapat sejumlah sepeda motor yang digunakan untuk mengisi BBM sebelum BBM ditampung menggunakan jeriken.
“Untuk motor bukan cuma satu orang, bahkan sampai ada 30 orang untuk menandon BBM. Sampai-sampai kita tidak kebagian BBM,” ujar Ahmad.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan adanya konsumen yang membeli atau menampung BBM menggunakan jeriken. Namun, ia berharap aktivitas tersebut dapat dilakukan pada waktu yang tidak terlalu padat.
“Kita tidak masalah untuk mereka, cuma kalau bisa malam nandon-nya. Kalau pagi orang banyak mau beraktivitas, sehingga kita sudah antre lama, ujung-ujungnya kita tidak kebagian BBM,” gerutunya.
Selain persoalan antrean, Ahmad juga menyoroti proses pengisian BBM ke sejumlah sepeda motor yang menurut pengakuannya dilakukan langsung oleh konsumen.
“Bahkan sampai bukan karyawannya yang mengisi ke tangki motor, mereka seenaknya mengisi sendiri,” ujar Ahmad.
Keluhan atas pelayanan SPBU tersebut disampaikan Ahmad sebagai pengalaman dan pengamatannya saat berada di lokasi.
Sementara, kondisi maupun mekanisme pengisian BBM menggunakan jeriken tersebut belum mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola SPBU.
Hingga berita ini ditayangkan, Senin (31/8/26), pihak SPBU Nomor 5367223 belum memberikan tanggapan mengenai keluhan konsumen tersebut, termasuk terkait antrean, pengisian BBM menggunakan jeriken, serta mekanisme pelayanan kepada konsumen. (*)












