Pasuruan,- Kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah titik api dilaporkan telah padam, namun petugas masih melakukan penanganan terhadap bara yang tersisa.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan, hingga Jumat (21/8/2026) pukul 09.00 WIB, pemadaman darat dilakukan melalui Posko Sumber Brantas dan jalur Putuk Elang Pasuruan.
“Pemadaman Darat melalui Posko SumberBrantas telah mengirimkan 60 Personil pemadam. Pemadaman Darat melalui jalur Putuk Elang Pasuruan telah mengirim 18 personil pemadam,” kata Sugeng.
Dengan demikian, total terdapat 78 personel pemadaman darat yang dikoordinasikan oleh Tahura R. Soerjo. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Polhut dan Manggala Agni Tahura, Koramil Bumiaji, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan.
Sementara itu, di Posko Sumber Brantas juga terlibat Dinas Kehutanan, Tahura, BPBD Kota Batu, PMI, Tagana Dinsos, ORARI, MPA dan relawan.
Sugeng menyebut, kondisi api di sejumlah titik sudah berhasil dipadamkan.
“Kembar 1 sudah padam, Kembar 2 sudah padam, Sabana 2 Lembah Kijang sudah padam. Saat ini masih menyisakan bara bara api di batang pohon yang terbakar yang masih memerlukan pembasahan dari udara,” jelasnya.
Untuk memastikan lokasi yang sudah padam tetap aman, hari ini sebanyak 12 personel dikirim ke lokasi.
Tim tersebut bertugas memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api, sekaligus mengambil data menggunakan drone.
“Telah mengirimkan tim Mop Up dan Drone sejumlah 12 personil ke Lokasi kebakaran dengan target Mop Up lokasi yang sudah padam dan pengambilan data melalui Drone,” ujar Sugeng.
Sementara itu, sebanyak 29 personel pemadaman darat masih berada di lokasi kebakaran. Mereka melanjutkan pemantauan dan penanganan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
“Personil pemadaman darat yang masih berada di lokasi kebakaran saat ini Total 29 Personil,” pungkas Sugeng. (*)












