Pasuruan,- Upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan, masih terus dilakukan hingga Kamis (20/8/2026).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan saat ini pihaknya bersama tim gabungan tengah mendirikan posko di kawasan Kaliandra, Kecamatan Prigen, sebagai pusat dukungan dan koordinasi penanganan kebakaran.

Sugeng menjelaskan, titik api pertama kali terdeteksi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sejak saat itu, upaya pemadaman dilakukan secara gabungan oleh BPBD Provinsi, Tahura Raden Soerjo, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Batu, serta Masyarakat Peduli Api.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 18 Agustus sekitar pukul 18.30, ada terdeteksi titik api di Arjuno,” kata Sugeng.

Menurutnya, pemadaman dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh petugas di lapangan dan menggunakan helikopter melalui operasi water bombing.

Namun, upaya pemadaman melalui udara belum dapat dilakukan pada Kamis pagi. Kondisi kawasan yang masih diselimuti kabut membuat penerbangan helikopter tidak memungkinkan.

“Pada pagi hari ini heli water bombing belum bisa melakukan aktivitas dikarenakan saat ini sedang berkabut. Jadi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pemadaman melalui heli water bombing,” jelasnya.

Sebagai langkah alternatif, petugas gabungan tetap melakukan pemadaman secara manual. Tim dari Tahura, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Pasuruan, serta Masyarakat Peduli Api dikerahkan untuk memadamkan api menggunakan metode gebyok berantas.

Sugeng menyebut, perkembangan terbaru menunjukkan titik api yang masih aktif berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di sekitar Gunung Kembar.

Sementara itu, titik api yang sebelumnya berada di kawasan Lengkehan disebut telah berhasil dipadamkan melalui upaya manual.

“Beberapa waktu yang lalu sudah dipadamkan yang mungkin titik api berada di Lengkehan sudah bisa dipadamkan melalui manual. Sekarang ini mengarah kepada di Gunung Kembar,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, penanganan kebakaran masih terus dilakukan secara intensif.

Tim gabungan juga bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi perkembangan titik api serta menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi cuaca.

Sebelumnya, UPT Tahura Raden Soerjo telah menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai Rabu (19/8/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyusul terjadinya kebakaran di kawasan tersebut. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.