Lumajang,- Ditengah kemegahan kibaran bendera Merah Putih memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tangis bayi terdengar di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Bayi laki-laki itu lahir tepat pada 17 Agustus 2026, menjadikan Hari Kemerdekaan tahun ini sebagai hari yang tak akan pernah dilupakan pasangan Joni Alwi dan Intan Nuraini, warga Desa Urang Gantung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Anak pertama pasangan tersebut lahir melalui persalinan operasi sesar dengan berat badan 3,2 kilogram. Namun, ada satu hal lain yang membuat kisah kelahirannya semakin menarik.

Kedua orang tuanya memberikan nama Gibran. Nama tersebut terinspirasi dari nama Wakil Presiden RI saat ini, Gibran Rakabuming Raka.

Bagi Joni, kelahiran anak pertamanya tepat pada Hari Kemerdekaan merupakan hadiah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena anak pertama kami lahir tepat pada 17 Agustus. Ini menjadi hadiah yang sangat luar biasa bagi keluarga kami,” kata Joni.

Menurutnya, tanggal kelahiran tersebut turut menjadi alasan mereka memilih nama Gibran untuk buah hati pertamanya.

“Karena lahirnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, kami memilih nama Gibran. Harapan kami semoga nanti menjadi anak yang baik, saleh, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi bangsa,” jelasnya.

Bagi Joni dan Intan, Gibran bukan sekadar anak pertama. Kelahirannya menjadi bagian dari cerita keluarga yang akan selalu dikaitkan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia.

Setiap 17 Agustus, selain mengingat hari lahir bangsa Indonesia, keluarga itu juga nantinya akan memperingati hari kelahiran Gibran.

Perawat RSUD dr. Haryoto Lumajang, Novi mengatakan, proses persalinan Gibran dilakukan melalui operasi sesar. Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,2 kilogram dan dalam kondisi stabil.

“Alhamdulillah untuk persalinannya dilakukan secara operasi cesar. Ia melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3,2 kilogram, kondisinya stabil,” tutur Novi.

Kelahiran Gibran juga mendapat perhatian dari pihak rumah sakit. Selain mendapatkan bingkisan, bayi yang lahir tepat pada Hari Kemerdekaan itu langsung memperoleh administrasi kependudukan.

Akta kelahiran dan kartu keluarga baru diserahkan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.