Probolinggo,- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) Sidomukti 003 di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya mencemari lingkungan dengan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur.

Dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ternyata belum mengantongi sertifikasi halal. Padahal sertifikasi halal diperlukan untuk menjamin seluruh makanan yang disalurkan terjamin kehalalan, kebersihan, serta nilai gizinya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program MBG Kabupaten Probolinggo, Pujo Wisnu membenarkan bahwa SPPG Sidomukti 003 belum memiliki sertifikasi halal.

Menurut Pujo, SPPG Sidomukti 003 saat ini masih dalam proses pengajuan sertifikat halal. Meski demikian, dapur tersebut dilaporkan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Untuk SLHS sudah ada, sedangkan sertifikat halal masih dalam proses pengurusan,” tutur Pujo, Kamis (21/5/26) siang.

Pujo menjamin, laporan warga perihal dugaan pencemaran limbah dan kehalalan menu makanan, akan segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan.

“Laporan ini segera kami tindak lanjut juga,” Pujo menegaskan.

Sebelumnya, SPPG Sidomukti 003 dikeluhkan warga lantaran menimbulkan bau menyengat dalam sebulan terakhir. Aliran limbah bahkab masuk ke pemukiman warga. Limbah terbuang liar karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diyakini bermasalah.

Jurnalis media ini juga telah berupaya mengonfirmasi langkah MBG Kabupaten Probolinggo yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyikapi hal tersebut.

Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban meski pesan pribadi via WhatsApp (WA) yang dikirim telah diterima dan dilihat. Upaya konfirmasi melalui panggilan WA juga tidak direspons. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.