Probolinggo,- Menjelang Hari Raya Idul Adha, para perajin keranjang bambu di Kabupaten Probolinggo kebanjiran pesanan. Keranjang tersebut biasanya digunakan sebagai wadah daging kurban setelah hewan dipotong.
Salah satu sentra perajin keranjang bambu yang ketiban berkah ini berada di Dusun Ombenan, Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih. Di kampung ini, hampir 50 persen warganya berprofesi sebagai perajin keranjang berbahan bambu.
Harga satu keranjang bambu dijual sekitar Rp6 ribu. Namun, setelah dipasarkan oleh pedagang, harganya bisa mencapai Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per buah.
“Pada momen Idul Adha, keranjang-keranjang ini digunakan sebagai tempat daging hewan kurban yang sudah disembelih atau untuk wadah potongan-potongan daging kecil,” kata salah satu perajin bambu, Suradi.
Keunikan kampung perajin ini terletak pada pembagian tugas para pekerjanya. Para pria bertugas membelah dan menghaluskan bambu, sedangkan kaum perempuan merangkainya hingga menjadi keranjang siap pakai.
Dalam sehari, setiap perajin mampu membuat 20 hingga 40 keranjang. Namun, menjelang Idul Aha, jumlah pesanan meningkat hingga dua kali lipat. Demi memenuhi permintaan pasar, para perajin harus bekerja siang dan malam.
“Biasanya yang memesan adalah tengkulak yang datang langsung ke sini. Memang keranjang-keranjang ini banyak dijual saat menjelang Iduladha,” imbuh Suradi.
Hal senada juga disampaikan perajin lainnya, Rosiah. Ia mengatakan, di luar musim Idul Adha, keranjang produksi warga Dusun Ombenan banyak dipesan nelayan di kawasan Mayangan, Kota Probolinggo, sebagai wadah ikan hasil tangkapan.
“Alhamdulillah, selain memenuhi pesanan nelayan Mayangan, pada momen Idul Adha ini kami juga mendapat banyak pesanan untuk wadah daging kurban,” ucapnya girang. (*)












