Jember,- Kepala SPPG Al-Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permohonan maaf atas dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 18 siswa PAUD dan TK di Kecamatan Kaliwates, Jember.

Farid mengaku pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan MBG pada Rabu (20/5/26).

“Sebelumnya kami mohon maaf sebesar-besarnya atas musibah ini. Kami juga tidak menginginkan kejadian seperti ini,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (21/5/26).

Menurutnya, tim SPPG langsung dibagi untuk menjemput siswa yang mengalami keluhan kesehatan di sekolah dan membawa mereka ke fasilitas kesehatan.

“Ada yang kami kirim ke RS Kaliwates dan ada juga ke Puskesmas Jember Kidul. Alhamdulillah yang di Puskesmas rawat jalan dan kondisi di rumah sakit juga sudah membaik,” katanya.

Farid memastikan pihak SPPG mendampingi seluruh proses penanganan korban, termasuk membantu biaya pengobatan bagi siswa yang tidak memiliki BPJS.

“Untuk biaya pengobatan rawat jalan yang tidak ada BPJS semuanya kami cover sebagai bentuk tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, distribusi makanan untuk siswa dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB. Dalam menu MBG tersebut terdapat dua jenis porsi, yakni porsi besar dengan ayam suwir bumbu merah dan porsi kecil menggunakan ayam suwir bumbu kuning.

“Yang terdampak ini porsi kecil. Kalau porsi besar alhamdulillah aman,” jelasnya.

Selain ayam suwir, menu MBG saat itu juga dilengkapi tahu krispi, timun, dan buah jeruk.

Meski demikian, Farid menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dugaan keracunan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Kami masih menunggu hasil lab dari Labkesda dan pemeriksaan dari Reskrim. Jadi saya mohon semua pihak menunggu hasil resmi agar tidak menimbulkan fitnah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan kondisi pada siswa yang mengonsumsi menu yang sama.

“Ada kakak-adik satu sekolah, adiknya makan banyak tapi sehat, sedangkan kakaknya yang terdampak. Jadi kami juga masih mencari penyebab pastinya,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, operasional SPPG Al-Mubarok Kaliwates sementara dihentikan.

“Hari ini kami tidak beroperasi dan tidak melakukan distribusi makanan. Untuk sementara sudah disuspensi,” ujar Farid.

Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui sampai kapan penghentian operasional tersebut berlangsung karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Farid memastikan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan SPPG ke depan.

“Koreksi dan evaluasi dari BGN maupun pihak terkait akan menjadi pembelajaran bagi kami agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.