Lumajang, – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan permainan tradisional dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter anak. Hal itu ia sampaikan dalam konteks pendidikan ramah anak yang menekankan pentingnya pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Di alaman samping Istana Merdeka, jadi ada gobak sodor, ada egrang, ada lompat tali, dan sebagainya. Selama kira-kira 4,5 sampai 5 jam, anak-anak asik bermain bersama, dengan teman-temannya,” kata Seto dalam acara Excellent Education (KA TP PKK) di GOR Wirabakti Lumajang, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan yang melibatkan sekitar 900 anak dari berbagai lapisan tersebut membuat anak-anak dapat belajar tanpa tekanan.

Menurutnya, suasana bermain bersama itu menjadi ruang penting untuk menumbuhkan nilai kebersamaan dan interaksi sosial.

“Anak-anak menikmati kebersamaan itu, mereka bermain tanpa beban,” katanya.

Seto menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang kuat karena mengajarkan kerja sama, kegembiraan, dan interaksi sosial secara alami di antara anak-anak.

“Kalau bicara soal anak ini, kalau saya tahu, ini kan, sekarang kan kita lagi marah berkait bergerak sadar terhadap anak.

Ya, justru itu. Maka, kami melancarkan suatu gerakan nasional, itu gerakan nasional saya sahabat anak,” jelasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.