Probolinggo,- Video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) bersama wisatawan asing diduga mendapat intimidasi dari seorang pengendara motor di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ramai di media sosial (medsos).

Video dugaan intimidasi itu diunggah sendiri oleh korbannya. Wisatawan mancanegara itu melalui akun Instagram miliknya, @jinnie666888, memposting dugaan intimidasi.

Video berdurasi 12 detik tersebut memperlihatkan seorang wisatawan asal Cina bersama pengemudi ojol yang diduga diintimidasi oleh seorang pria pengendara sepeda motor.

Saat ditemui, pengemudi ojol Candra Ewin (46), warga Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu siang (10/5/2026).

Ia mengaku berani mengambil pesanan tersebut karena penumpangnya merupakan warga negara asing, sesuai aturan yang telah disepakati.

“Namun saat hendak membawa WNA tersebut, datang seorang pria menggunakan motor yang awalnya mengintimidasi wisatawan itu. Kemudian WNA asal Cina tersebut merekam kejadian itu,” katanya.

Setelah diduga mengintimidasi wisatawan asing tersebut, pria bermotor itu juga mengintimidasi Candra dengan mengatakan bahwa ojol tidak boleh mengambil penumpang di terminal.

Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Candra akhirnya membatalkan pesanan wisatawan asing tersebut dan meninggalkan lokasi kejadian.

“Harapan saya, karena sudah ada kesepakatan, untuk tamu mancanegara ojol tetap diperbolehkan mengambil penumpang demi kenyamanan wisatawan yang datang ke Indonesia,” imbuh Candra.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa wisatawan asal Cina itu hendak menuju kawasan Bromo, namun terjadi kendala transportasi setelah memesan layanan ojol.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, apakah yang melarang itu merupakan oknum ojek pangkalan atau oknum transportasi umum menuju Bromo,” cetus Iptu Zainullah.

“Harapan kami, baik ojol maupun ojek pangkalan tetap memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan tanpa menunjukkan perbedaan,” ujarnya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.