Lumajang, – Setelah dilaporkan hilang selama empat hari, seorang remaja di Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas di aliran Sungai Bondoyudo.
Korban diketahui bernama Muhammad Haikal, 14 tahun, warga Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono.
Kapolsek Sukodono, AKP Ernowo mengatakan, korban sebelumnya pamit kepada keluarga untuk mandi di sungai, namun tak kunjung kembali.
Keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
“Korban pamit ke keluarga 4 hari lalu itu mau mandi ke sungai, tapi tidak pulang-pulang sampai akhirnya kemarin sore membuat laporan ke Polsek,” kata Ernowo di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Rabu (8/4/2026).
Laporan orang hilang itu baru diterima polisi pada Selasa (7/4/2026), atau tiga hari setelah korban tidak kembali ke rumah.
Setelah menerima laporan, petugas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Bondoyudo.
Upaya pencarian itu berujung pada penemuan jasad korban yang tersangkut di rimbunan bambu yang menjulur ke badan sungai. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas BPBD dengan dibantu aparat setempat.
Ernowo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga Haikal terpeleset saat hendak mandi di sungai.
“Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban,” ujarnya.
Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang diduga dapat menjadi salah satu faktor dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kepolisian masih membuka kemungkinan lain dan akan melakukan pendalaman lebih lanjut.
“Korban memang punya riwayat penyakit epilepsi, jadi nanti kita akan minta persetujuan keluarga untuk dilakukan autopsi,” katanya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi. Suasana duka menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban datang.
Kakek korban dilaporkan tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan dan berteriak histeris di depan ruang jenazah setelah mengetahui jasad yang ditemukan adalah cucunya. (*)













