Jember,- Kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, sejak menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan bahan bakar utama untuk kebutuhan rumah tangga.
Di Kecamatan Balung, kelangkaan dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga Desa Karang Duren, Mujiati, menyebut stok LPG sudah kosong selama beberapa hari terakhir.
Ia mengatakan, warung dan toko kelontong tidak lagi memiliki persediaan karena pasokan tidak datang.
“Stok LPG sudah lama habis, barangnya memang tidak ada. Katanya juga tidak ada kiriman lagi,” ujar Mujiati, Minggu (5/4/2026).
Keluhan serupa disampaikan Kuseno, pemilik toko kelontong di Desa Karang Semanding. Ia mengaku distribusi LPG dari pemasok tidak berjalan seperti biasanya, sehingga stok di tokonya habis.
Menurutnya, permintaan tetap tinggi. Setiap hari puluhan warga datang untuk membeli LPG, bahkan dari luar desa.
Namun, seluruh permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena ketersediaan barang nihil.
“Setiap hari ada yang datang, termasuk dari desa lain. Tapi LPG memang kosong,” papar Kuseno.
Kelangkaan ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Sebab LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi warga untuk memasak.
Jika kondisi ini terus bertahan, akan berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, yang terganggu. (*)













