Probolinggo,- Motor milik calon pasangan suami istri (pasutri) asal Banyuwangi raib digondol maling saat keduanya tengah terlelap di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu dini hari (1/4/26).
Nahas bermula saat Trio Agung Pamungkas (26), warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, bersama calon istrinya yang asal Gresik, hendak pulang ke Banyuwangi mengendarai Honda Vario bernomor polisi P 2117 QAZ.
Karena perjalanan sudah larut malam, keduanya memutuskan beristirahat di masjid. Motor matik yang dikendarai, diparkir di depan masjid yang berada di pinggir Jalan Profesor Hamka.
Saat keduanya terlelap, sekitar pukul 01.10 WIB, diduga pelaku datang dan langsung membawa motor milik korban. Setelah merusak kunci, pelaku yang beraksi seorang diri membawa kendaraan korban ke arah timur.
“Jadi saat itu saya dan keluarga sedang istirahat, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah. Ternyata ada laki-laki dan perempuan yang motornya dicuri,” kata warga sekitar, Sofia.
Sofia menambahkan, kedua korban meminta rekaman CCTV. Karena takmir masjid tidak berada di lokasi, sekitar pukul 04.00 WIB keduanya diantar ke Polsek Wonoasih untuk membuat laporan.
Setelah itu, korban pulang ke Banyuwangi dengan menaiki bus. Dari rekaman CCTV, pelaku berjumlah satu orang dengan ciri-ciri mengenakan helm kuning, jaket, dan celana panjang.
“Aksi pelaku sempat terekam CCTV, saat kedua korban sedang tidur di dalam masjid,” imbuh Sofia.
Adik pemilik motor, Reva Selina, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sebelum kejadian, kakaknya melakukan perjalanan dari Gresik untuk mengurus persiapan pernikahan.
Namun, saat perjalanan pulang, kakaknya beristirahat di masjid yang terletak di Keluraha Kareng Lor. “Saat motor dicuri, kunci atau keyless motor ada di kakak saya,” terangnya.
“Namun pelaku tetap berhasil membawa kabur Honda Vario tersebut. Sempat ada informasi motor kakak saya berada di pinggir jalan, tetapi saat dicek tidak ditemukan. Harapan saya motor kakak saya bisa segera ditemukan,” harap Reva. (*)













