Lumajang, – Sebanyak tujuh perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Lumajang menjadi fokus pengamanan selama musim libur Idul Fitri 2026.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, dari total 29 jalur perlintasan langsung (JPL) yang ada di wilayah Lumajang, tujuh di antaranya masih belum dilengkapi palang pintu atau belum dijaga secara permanen.

Kondisi tersebut tentu memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi, terutama saat volume lalu lintas meningkat signifikan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang menyiagakan 33 petugas jaga lintasan (PJL) tambahan di titik-titik rawan. Para petugas tersebut terdiri dari 27 relawan dan enam tenaga P3K paruh waktu.

Kepala Dishub Lumajang, Rasmin, mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal selama periode libur Lebaran. Penjagaan di perlintasan tanpa palang pintu dilakukan selama 24 jam penuh dengan sistem pembagian dua shift yakni, siang dan malam.

“Penjagaan dilakukan penuh selama 24 jam dengan sistem shift siang dan malam,” katanya, Jumat (27/3/2026).

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada, Selasa (24/3/2026).

“Tahun ini kita rencanakan lagi untuk program penutupan jalur perlintasan di 4 titik sebagai upaya pencegahan,” ungkapnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.