Probolinggo,- Kereta api masih menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat untuk mudik maupun balik pada setiap momen libur Lebaran.
PT KAI Daop 9 Jember menargetkan zero gangguan perjalanan dengan mengoptimalkan perawatan di jalur rel.
Hal tersebut disampaikan oleh Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro kepada wartawan, Sabtu (14/3/26).
Ia mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan perbaikan dan perawatan di beberapa titik, mulai dari jalur rel, wesel, hingga sinyal masuk di stasiun-stasiun.
“Dengan upaya tersebut, kami menargetkan zero gangguan, serta ketepatan waktu perjalanan kereta api dapat mencapai 100 persen,” kata Cahyo.
Ia menjelaskan, PT KAI Daop 9 Jember memprediksi peningkatan jumlah penumpang akan terjadi pada tanggal 16, 17, dan 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan masa cuti bersama serta libur sekolah.
Pihaknya juga memprediksi pada libur Lebaran tahun 2026 akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 5 hingga 7 persen dibandingkan dengan periode libur Lebaran tahun 2025 lalu.
Hingga saat ini, masih tersedia sekitar 30 persen tempat duduk di berbagai perjalanan kereta api yang dapat dipesan oleh masyarakat yang akan mudik maupun bepergian ke berbagai kota tujuan.
“Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access maupun melalui mitra resmi penjualan tiket,” cetus Cahyo.
“Untuk libur Lebaran tahun ini, kami juga menyiapkan satu kereta api tambahan, yakni KA Mutiara Timur dengan relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Ketapang (PP) yang mulai beroperasi pada 7 Maret hingga 31 Maret 2026,” imbuhnya. (*).












